Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Empat Negara Arab Siap Dialog dengan Qatar ‘Dengan Syarat’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Juli 2017 15:17 3:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Juli 2017 15:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Empat negara Arab yang memboikot Qatar siap berdialog untuk mencari jalan keluar sengketa jika Qatar setuju dengan beberapa klaim tertentu, kata Menteri Luar Negeri Bahrain, hari Ahad, 30 Juli 2017, setelah satu pertemuan dengan menteri-menteri luar negeri lain.

“Keempat negara siap berdialog dengan Qatar dengan syarat ia mengumumkan dengan ikhlas kesediaannya untuk berhenti membiayai terorisme dan ekstremisme dan berkomitmet untuk tidak ikut campur dalam hubungan luar negeri negara-negara lain dan memberikan respons terhadap 13 tuntutan kami,”  kata Menteri Luar Negeri Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa, dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan.

Keinginan damai ini muncul setelah menlu dari keempat negara tersebut bertemu di Manama, Bahrain, pada Ahad (30/07/2017), membahas krisis yang telah meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.

Baca: Qatar Desak PBB Mainkan Peran Guna Selesaikan Krisis Negara Teluk

Dalam pertemuan itu, Saudi cs juga mengumumkan tak ada sanksi ekonomi baru yang diterapkan dari Negara Teluk untuk Qatar. Meski begitu, surat kabar al-Hayat mendapati sumber dari keempat negara itu tengah mempertimbangkan “penerapan sanksi lain secara bertahap yang akan mempengaruhi ekonomi Qatar”.

“Kami siap untuk bicara dengan Qatar soal implementasi tuntutan dan prinsip-prinsip yang telah diminta, jika negara itu serius. Tapi selama ini jelas bahwa Qatar tidak serius,” papar al-Jubeir seperti dikutip Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya, keempat negara itu mengeluarkan daftar 13 tuntutan kepada Qatar.

Baca: Arab Saudi CS Tambah Lagi Kelompok dalam “Daftar Hitam”

13 tuntutan itu mencakup pembatasan dukungan untuk Ikhwanul Muslimin, menutup saluran TV Aljazeera yang berbasis di Doha, menutup sebuah pangkalan militer Turki dan memutus hubungannya dengan musuh Saudi, Iran.

Sementara itu, menanggapi pernyataan terbaru dari empat negara Arab, Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani menolak pernyataan mereka.

“Tidak ada visi yang jelas (dari pertemuan Manama), hanya ada kebijakan keras kepala dari negara-negara pemblokiran dan menolak untuk mengakui bahwa ini adalah tindakan ilegal,” katanya pada saluran TV Aljazeera.

Baca: Emir Qatar Bersedia Lakukan Perundingan dengan Syarat

Sementara itu, Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani menolak permintaan keempat negara tersebut dan mengatakan bahwa sanksi yang dikenakan pada negaranya selama krisis berlangsung merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional.

“Tidak ada visi yang jelas dari pertemuan Manama kemarin. Hanya ada kebijakan keras kepala dari negara-negara yang mengucilkan Qatar dan menolak untuk mengakui bahwa tindakan mereka itu ilegal,” tutur al-Thani kepada Aljazeera.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiblockade QatarHizbullahIkhwanul MusliminJabhah Fath SyamKrisis Diplomasi QatarMenteri Luar Negeri Amerika SerikatNegara ArabNegara telukQatarRex TillersonterorismeTV AljazeeraUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kumpulkan Dana Palestina 2 M, Gubernur NTB: “Tidak Hanya dari Umat Islam”
Tulisan selanjutnya Yusuf Utsman Baisa: Perempuan Harus Banyak Jadi Ulama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?