Hidayatullah.com–Presiden AS Donald Trump memberi waktu enam bulan kepada Pentagon untuk memecat ribuan kaum transgender yang bertugas di dinas militer negara tersebut.
Perintah tersebut dikeluarkan kemarin setelah bulan lalu mengumumkan larangan pengikut transgender jadi anggota militer AS melalui akun Twitter-nya.
Sebelumnya, Presiden Trump sempat menyebarkan serangkaian pernyataan di akun Twitter, yang “membatalkan” kebijakan Presiden Barack Obama tentang kebijakan ini.
Dalam kebijakan militer yang terbaru, Trump ingin Pentagon memecat kelompok tersebut, sekaligus menghentikan pembayaran perawatan medis apapun.
Baca: Pentagon Berencana Hapus Larangan Transgender Masuk Militer
Rencana itu terkandung dalam sebuah memo yang berasal dari Gedung Putih, yang akan dikirim kepada Pentagon dalam waktu dekat. Isi memo itu diungkap oleh seorang sumber dari Gedung Putih yang enggan disebut namanya.
Menurut sumber tersebut, memo berisi sejumlah ketentuan, meliputi; rencana pemecatan tentara transgender, menghentikan perekrutan calon pasukan berstatus transgender, serta menghentikan pembayaran jaminan kesehatan bagi personel dari kelompok gender tersebut, kutip The New York Times, Jumat (25/08/2017).
Dokumen berjumlah dua setengah halaman itu memberikan Menhan James Mattis waktu selama enam bulan untuk mengimplementasikannya secara penuh. Meski begitu, memo itu belum bersifat final.
Baca: Menhan Amerika Minta Transgender Boleh Berkarir di Militer
Jika telah final dan diimplementasikan, memo tersebut juga mampu membuat Menhan Mattis memiliki kewenangan untuk menetapkan sejumlah ketentuan legal bagi tentara transgender yang berdinas dalam militer AS.
Mattis bahkan memiliki wewenang untuk mempertimbangkan apakah anggota transgender harus dipecat dari militer, lapor Wall Street Journal.
Kebijakan baru yang digariskan oleh Pentagon adalah mengusir kelompok tersebut, dan tidak ada rekrutmen baru, serta menghentikan pembayaran untuk perawatan medis apapun.
Jenderal Joe Dunford, Kepala Staf Gabungan pun mengirim sebuah memo singkat kepada seluruh perwira senior terkait sikap Trump itu.
Dia mengatakan kepada para komandan militer bahwa kebijakan saat ini harus tetap berlaku sampai Trump memberikan arahan formal terhadap isu tersebut.
Atau, setelah Mattis menerima dan menyampaikan panduan baru dari Presiden.
“Sebelum semua itu terjadi, kita akan terus memperlakukan semua personel dengan hormat,” tulis Dunford dalam memonya.
Dari total 1,3 juta anggota militer aktif, diperkirakan ada 1.320-15.000 personel transgender bertugas di pasukan AS.*