Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Antisipasi Serangan Militer Amerika, Rakyat Venezuela Belajar Gunakan Senjata

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2017 07:19 7:19 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Agustus 2017 07:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Komandan-komandan militer di Venezuela menunjukkan bagaimana cara menggunakan senjata kepada rakyat sipil, menyusul ancaman invasi dari pemerintah Amerika Serikat.

Hari Ahad (27/8/2017), Venezuela menggelar latihan militer seantero negeri bagi warga sipil, setelah sebelumnya menyeru kepada rakyat berusia 16-60 tahun untuk bergabung dengan pasukan cadangan, guna mempertahankan negaranya dari serangan militer Amerika Serikat.

Dilansir Deutsche Welle, stasiun televisi pemerintah menayangkan gambar tentara sedang melatih warga sipil, tua dan muda, cara bagaimana menggunakan peluncur roket, persenjataan anti-pesawat dan senapan serbu. Sementara itu, para komandan militer menyampaikan pidato pembangkit nasionalisme dan anti-imperialisme di berbagai daerah.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro kerap menuding Washington sedang menjalankan rencana invasi guna menguasai sumber-sumber minyak negaranya. Namun, pernyataan itu selalu dibantah oleh kelompok oposisi sebagai klaim yang mengada-ada, sampai akhirnya awal bulan ini Presiden AS Donald Trump benar-benar mengutarakan ancamannya.

Pada 11 Agustus lalu, Trump membuat terkejut semua institusi politik di Venezuela ketika dia mengumumkan bahwa “opsi militer pastinya bisa dipilih” untuk mengakhiri krisis di negara Amerika Latin itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Aksi protes rakyat Venezuela merebak di mana-mana menyusul keputusan Mahkamah Agung akhir Maret lalu yang melucuti kekuasaan lembaga legislatif. Di tengah tekanan internasional, Presiden Nicolas Maduro menarik keputusan itu, tetapi sudah terlambat sebab rakyat terlanjur marah. Sejak itu, ribuan orang turun ke jalan menuntut agar dilaksanakan pemilihan umum baru. Akan tetapi, rupanya rakyat juga tidak puas dengan hasil pemilu bulan Juli tersebut, dan mereka terus melakukan aksi protes untuk menuangkan kemarahannya.

Sebenarnya kemarahan rakyat terhadap pemerintah sudah berlangsung lama. Sebelum kerusuhan belakangan ini, selama setahun lebih rakyat sudah merasakan kelangkaan bahan makanan serta harga-harga yang melonjak, sementara pengangguran terus meningkat. Negara bahkan tidak dapat memenuhi kebutuhan listrik warganya dengan baik, aliran listrik semakin sering padam.

Masalah perut dan kurangnya pemenuhan kebutuhan masyarakat itu merupakan buntut dari permasalahan sosial, ekonomi, pendidikan dan politik warisan pemerintahan sebelumnya pimpinan Hugo Chavez. Akibat kesalahan manajemen dan pengelolaan kekayaan negara, Venezuela mengalami krisis berkepanjangan di segala bidang menyusul anjloknya harga minyak, yang menjadi sumber utama pendapatan negara.

Maduro, seperti pendahulunya Hugo Chavez, kerap menghadapi gejolak di masyarakat akibat beragam krisis itu dengan kekuatan pasukan bersenjata. Sementara pada saat yang sama, ada saja kelompok yang memanas-manasi rakyat supaya menentang segala kebijakan pemerintah.

Semasa hidupnya, Chavez sering menuding Amerika Serikat sengaja mengacaukan kondisi dalam negeri Venezuela lewat berbagai cara, dengan tujuan pada akhirnya Amerika Serikat menguasai sumber minyak di negara itu.

Akankah Venezuela mengalami nasib yang sama dengan Afghanistan?*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gereja Protestan di Italia Bersedia Memberkati Pasangan Homoseksual
Tulisan selanjutnya Paus Tawadros II Meresmikan Gereja Koptik Pertama di Jepang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?