Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wartawan jadi Korban Pembungkaman Pengguna Twitter di India

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 September 2017 08:14 8:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 September 2017 10:05
Bagikan
Wasim Khalid, seorang wartawan surat kabar Kashmir Reader
Bagikan

Hidayatullah.com–India semakin membatasi media sosial untuk membungkam perbedaan pendapat di Kashmir, seorang wartawan baru-baru ini menjadi target pada hari Rabu.

Wasim Khalid, seorang wartawan  surat kabar Kashmir Reader, adalah salah satu dari beberapa pengguna Twitter Kashmir yang diminta segera menghapus postingan setelah menerima sebuah keluhan resmi dari pemerintah India.

“Awalnya saya pikir itu adalah lelucon, salah satu email palsu yang terus Anda dapatkan tapi setelah saya melihat lebih dekat itu sebenarnya email dari Twitter,” katanya kepada Anadolu Agency.

Baca: India Tutup 22 Media Sosial di Kashmir

Dia menambahkan: “Ini adalah usaha untuk mengintimidasi orang-orang yang memposting kebenaran bahwa media India tidak akan pernah menunjukkannya.

“Ini dimaksudkan untuk menutup jendela media sosial kecil di mana Kashmir muncul ke dunia karena keberadaannya ada di lapangan. Tidak ingin dunia melihat bagaimana hal itu berlanjut di Kashmir dan itulah mengapa mereka ingin orang-orang Kashmir diblokir dari media sosial.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Twitter dilaporkan telah memblokir beberapa akun Kashmir dan telah menekan puluhan tweet setelah ada permintaan dari pemerintah.

Menurut surat kabar The Indian Express, pemerintah meminta Twitter untuk memblokir 19 akun dalam sebuah surat tertanggal 24 Agustus, kebanyakan dari mereka cuitan tentang Kashmir. Ini juga meminta 95 tweets untuk dihapus.

Pada tanggal 31 Agustus, Khalid menerima email dari Twitter yang memberitahukan kepadanya bahwa pemerintah telah mengeluh bahwa dua postingannya dinilai melanggar hukum India.

Baca: Mahasiswa Simbol Baru Penentangan Warga Kashmir terhadap India

Sebuah posting yang ditulis esai baru-baru ini diterbitkan kembali oleh situs berita Kashmir dan yang lainnya membawa citra seorang pemuda yang digunakan sebagai perisai manusia (tameng hidup) tentara India di Kashmir.

Mayoritas Muslim terbagi antara India dan Pakistan, yang telah melakukan dua perang di wilayah tersebut sejak 1947.

Sekelompok perlawanan di Jammu Kashmir yang dikuasai India sudah berjuang untuk kemerdekaan atau penyatuan dengan Pakistan. Sejak tahun 1989, lebih dari 70.000 orang dilaporkan terbunuh dalam konflik tersebut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:blokir media sosialIndiaKashmirkekerasan di Kashmirmedia sosialPakistanpengguna twittertwitter
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Ingin Menarik 30 Juta Jamaah Haji dan Umrah Jelang Tahun 2030
Tulisan selanjutnya Laman Ini Dinilai e-Commerce Berbasis Halal Pertama di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?