Hidayatullah.com–Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu menyatakan dukungan ‘negara’nya terhadap negara Kurdi independen menjelang referendum regional di Iraq utara.
Israel “mendukung upaya-upaya legitimasi rakya Kurdi untuk memperoleh negara mereka sendiri,” Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti yang dilaporkan Middle East Monitor (MEM) pada Kamis 14 September 2017.
Referendum kontroversial atas independensi regional Kurdi yang dijadwalkan dilakukan pada 25 September akan melihat apakah penduduk Iraq utara wilayah Kurdi memilih mendeklarasikan kemerdekaan atau tidak dari negara Iraq.
Namun, Baghdad menolak rencana pemungutan suara itu, mengatakan bahwa hal tersebut akan secara buruk mempengaruhi perang melawan ISIS, yang – meski mengalami serangkaian kekalahan – masih mempertahankan kehadiran signifikannya di Iraq utara.
Baca: Senyum Iblis Geopolitik
Pemerintah Iraq juga percaya bahwa menunda pemungutan suara akan melanggar piagam nasional negara itu.
Turki juga menolak rencana referendum tersebut, mengatakan keseimbangan wilayah itu bergantung pada persatuan Iraq dan pemeliharaan keutuhan teritorialnya.
Pemerintah Amerika Serikat juga menyuarakan kekhawatiran bahwa pemungutan suara itu dapat menjadi sebagai sebuah “gangguan” dari masalah-masalah mendesak regional lainnya, khususnya perang terhadap terorisme dan stabilisasi Iraq pasca-ISIS.
Baca: Menteri Kehakiman Israel Dukung Pendirian Negara Kurdi
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Daerah Kurdistan—pemerintahan semi otonom di Iraq utara—berencana mengadakan referendum kemerdekaan tanggal 25 September 2017 ini, melihatkan dua partai utama Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG), yakni Partai Demokrat Kurdistan (PPK) dan Partai Uni Patriotik Kurdistan (PUK).
Negara-negara yang tergabung dalam Liga Arab telah meminta Kurdi untuk membatalkan rencana referendum kontroversial. Sementara itu, Israel negara pertama yang menyatakan dukungannya. PAra analis mengatakan, Amerika, Israel dan Negara-negara Barat memiliki kepentingan besar dalam pembentukan negara Kurdistan.
Sebagaimana dukungan Israel kepada PKK – kelompok yang dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh Turki– yang telah melancarkan kampanye melawan Turki selama lebih dari 30 tahun.*