Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pekerja Bandara di Australia Akan Menjalani Pemeriksaan Lebih Ketat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2017 10:39 10:39 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Oktober 2017 10:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pekerja di bandara-bandara besar di Australia akan dikenai pemeriksaan lebih ketat sebagai bagian dari tindakan pengamanan.

Kontrol yang lebih ketat atas pekerja di bandara itu dilakukan setelah bulan Juli lalu aparat keamanan berhasil menggagalkan rencana teror yang akan meledakkan sebuah pesawat.

Pekerja-pekerja bagian bagasi dan staf bandara yang ditempatkan di area terbatas sekarang akan dikenai pemeriksaan random guna pelacakan jejak bahan peledak.

Inspeksi juga dilakukan terhadap barang bawaan dan kendaraan milik pekerja bandara.

“Kebijakan ini akan memperkuat kontrol yang sudah ada guna memastikan bahwa pekerja bandara itu benar-benar berwenang, teridentifikasi secara layak dan mendapatkan pelatihan yang cukup sebelum memasuki area aman di bandara,” kata Menteri Transportasi Darren Chester seperti dikutip BBC Ahad (22/10/2017).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bulan Juli lalu, setidaknya dua tersangka teror berupaya meledakkan sebuah pesawat yang dijadwalkan terbang dari Sydney. Mereka berencana, seorang saudara lelaki dari salah satu tersangka akan membawa sebuah tas masuk ke pesawat Etihad Airways yang akan terbang pada 15 Juli dari bandara di Sydney. Saudara lelaki tersangka itu tidak mengetahui rencana jahat keduanya, kata polisi.

Oleh karena suatu alasan, pesawat dibatalkan keberangkatannya di menit-menit terakhir. Tas yang dipermasalahkan, meskipun sudah dibawa ke bandara, entah kenapa tidak ikut checked-in. Pria yang seharusnya membawa tas itu, lantas terbang dengan pesawat lain –yang tidak disebutkan tujuannya– tanpa membawa tas tersebut.

Polisi mengatakan pelaku merakit bom yang disimpan dalam tas dengan menggunakan material yang dikirim dari Turki oleh seorang tokoh senior ISIS alias Daesh.

Pemerintah mengatakan sekitar 140.000 pekerja memiliki akses ke zona-zona aman di berbagai bandara Australia.

Seorang senator, Nick Xenophon, mengatakan Australia seharusnya bahkan mengambil kebijakan lebih keras seperti yang dilakukan Amerika Serikat, di mana setiap pekerja bandara diwajibkan menjalani pemeriksaan ketat.

“Pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah kita berupa pemeriksaan acak ini adalah sebuah guyonan,” kata Xelophon.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aktivis Buddha Radikal Tolak Myanmar Pulangkan Etnis Rohingya
Tulisan selanjutnya Panglima TNI Ditolak AS, Salim Said: Ini Bisa Dianggap Penghinaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?