Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pangeran Charles Sebut Yahudi Biang Kekacauan di Timur Tengah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 November 2017 13:03 1:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 November 2017 07:32
Bagikan
Pangeran Charles saat bertemu dengan murid-murid di Masdar City di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 7 November 2016
Bagikan

Hidayatullah.com– Dalam sebuah surat yang ditulis Pangeran Charles kepada sahabat baiknya,  tahun 1986, pewaris tahta kerajaan Inggris, Pangeran Charles menyalahkan masuknya pelobi Yahudi sebagai sumber krisis di Timur Tengah, dilansir Daily Mail, Senin (13/11/2017).

Pangeran dalam suratnya mengatakan, kehadiran orang-orang asing dan Yahudi Eropa untuk memperparah konflik Arab-Israel. Dia kemudian menyuarakan harapan bahwa beberapa presiden Amerika memiliki keberanian untuk melakukan lobi terhadap komunitas Yahudi suatu hari nanti.

Surat tertanggal 24 November 1986 tersebut ditemukan di arsip publik dan dipublikasikan oleh media Inggris, Daily Mail, kemarin.

Pangeran Charles menulis surat itu saat ia dan mendiang Putri Diana berkunjung ke Arab Saudi, Bahrain, dan Qatar pada bulan November 1986.
”Sekarang saya menghargai bahwa orang-orang Arab dan Yahudi sama-sama orang Semit,” tulis Charles dalam suratnya kepada Laurens van der Post pada tanggal 24 November 1986.

“Aku mengetahui ada banyak persoalan kompleks di kawasan itu. Tapi, bagaimana mungkin bisa mengakhiri aksi terorisme kecuali penyebabnya dieliminasi?” demikian tulisnya kala itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Mengenal Sumber Kerusakan Bumi dan Keculasan Yahudi? (1)

“Aku kira, presiden AS harus berani menemui ‘lobi Yahudi’ di negerinya untuk menuntaskan persoalan ini. Tapi aku kira harapanku itu sangat naif,” demikian cuplikan surat tersebut.

“Aku mengetahui orang Arab dan Yahudi adalah orang Semitis. Tapi, ketentraman mereka diusik oleh orang asing, yakni Yahudi Eropa, terutama dari Polandia. Merekalah yang menimbulkan masalah besar,” tulis Pangeran Charles dalam surat yang kali pertama dipublikasikan oleh Daily Mail.

Kontan, surat sang pangeran  dua dekade silam itu menuai kecaman terutama dari komunitas Yahudi Eropa.

Surat itu ditulis setelah dia bersama Putri Diana dalam kunjungan resmi ke Arab Saudi, Bahrain dan Qatar.

Dalam suratnya, ia mencatat kemunculan orang Yahudi Eropa di Asia Barat secara tidak langsung menyebabkan ‘masalah besar’ di kawasan ini.

Jelas, terorisme di Asia Barat hanya bisa dihentikan jika akar masalahnya dihapuskan.

Charles kemudian menyatakan harapan bahwa presiden AS akan bertindak tegas terhadap ‘pelobi Yahudi’ di negara tersebut.

Istilah ‘lobi Yahudi’ dianggap sebagai anti-Semit yang mengacu pada orang-orang Yahudi yang mewah di AS dan beroperasi di belakang layar untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah negara bagian.

Juru bicara Kerajaan Inggris menegaskan, isi surat tersebut bukan pemikiran Pangeran Charles.

“Surat tersebut secara jelas menyatakan bukan pandangan Pangeran tentang isu Arab-Israel, namun mewakili pendapat beberapa orang yang dia temui selama kunjungannya,” kata pernyataan tersebut.

Baca: AIPAC : Lobi “Jahat” di Gedung Putih

Sementara itu, Editor The Jewish Chronicle, Stephen Pollard, menggambarkan komentar Charles mengejutkan.

“Bagi saya, ‘lobi Yahudi’ adalah salah satu tema anti-Semit yang telah bertahan selama berabad-abad. Inilah mitos; orang-orang Yahudi yang sangat berkuasa yang mengendalikan kebijakan luar negeri atau media atau bank atau apapun. Bahwa (komentar) yang datang dari pewaris takhta itu meresahkan,” kata Pollard kepada media Inggris tersebut, yang dilansir Russia Today, Senin (13/11/2017).

Sementara itu, Juru bicara Kerajaan Inggris menegaskan, isi surat tersebut bukan pemikiran Pangeran Charles.

“Surat tersebut secara jelas menyatakan bukan pandangan Pangeran tentang isu Arab-Israel, namun mewakili pendapat beberapa orang yang dia temui selama kunjungannya,” kata pernyataan tersebut.

Selain mengecam Yahudi Eropa, Charles yang saat itu masih berusia 38 tahun mengungkapkan mendapat banyak pengetahuan selama melawat ke Semenanjung Arab.

“Aku kurang lebih mengerti pemikiran orang Arab. Aku juga membaca sedikit Al-Quran saat perjalanan pulang dan ini memberiku beberapa wawasan tentang cara mereka berpikir dan beroperasi,” tulisnya dalam surat tersebut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anti SemitArabisraelLobi YahudiPangeran CharlesPutri DianaSemenanjung ArabSemitTimur TengahyahudiYahudi Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perhimpunan Alumni Kanisius Bantah Ada WO Ramai-ramai
Tulisan selanjutnya Panglima TNI: Tidak Boleh Ada Separatis Bersenjata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?