Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Robert Mugabe Enggan Mundur Meski Ditekan Oposisi dan Gereja

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 November 2017 14:38 2:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 November 2017 14:38
Bagikan
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, tengah, dan istrinya Grace berdiri di State House di Harare, Sabtu, 23 Januari 2016
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Zimbabwe Robert Mugabe (92) enggan mundur dari tampuk kepimpinan meski ada desakan mundur dari gereja dan kelompok oposisi di negeri itu.

Sehari pasca militer mengambil alih Kota Harare, gereja-gereja Zimbabwe telah meminta presiden Robert Mugabe, untuk mengundurkan diri atas “kebijakan ekonominya yang gagal” dan “memperburuk catatan hak asasi manusia”, tulis sebuah laporan mengatakan pada hari Kamis dikutip NewsDay.

Presiden Christian Voice International Zimbabwe (CVI-Z), Tapfumaneyi Zenda, mengklaim bahwa orang-orang Zimbabwe telah cukup menderita di bawah  seorang tua sembilan puluh tahun yang salah urus.

Zenda lebih lanjut menuduh bahwa pemimpin veteran tersebut menahan negara tersebut untuk “menebus” dengan menolak untuk mengundurkan diri.

“Selama presiden tidak ingin benar-benar bertobat dan untuk menemukan isyarat penting bagi orang-orang yang disembelih dan keluarga yang masih hidup, dia terus meminta orang Zimbabwe untuk mendapatkan uang tebusan. Hal terhormat yang harus dia lakukan adalah mengundurkan diri,” Zenda mengutip mengatakan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Militer Kuasai Zimbabwe, Presiden Robert Mugabe jadi Tahanan Rumah

Sementara partai oposisi terkemuka Afrika Selatan menyerukan pemilihan cepat dan kredibel di Zimbabwe saat delegasi  Organisasi Masyarakat Pembangunan Afrika Selatan  (SADC) hari Kamis mulai bertemu di Botswana membahas situasi politik dan keamanan di negara anggota.

Organisasi Masyarakat Pembangunan Afrika Selatan  (SADC) yang beranggotakan 15 negara; Angola, Botswana, Republik Demokratik Kongo, Lesotho, Madagaskar, Malawi, Mauritius, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, Seychelles, Swaziland, Tanzania, Zambia dan Zimbabwe

Ketua Aliansi Demokratik (DA) juga mendesak Ketua Dewan SADC dan Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Maite Nkoana-Mashabane untuk memberi penjelasan singkat tentang “krisis” di Zimbabwe, dengan harus melanjutkan pendekatan “diplomasi yang tenang”.

Pemimpin Kebebasan Ekonomi (EFF), Julius Malema, mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Zimbabwe harus didukung untuk memimpin transisi “tanpa kekerasan”.

“Sudah saatnya Zimbabwe pindah ke era pasca Mugabe dan semua kekuatan progresif di seluruh dunia harus mendukung transisi tersebut. Degenerasi lebih lanjut Zimbabwe seharusnya tidak terjadi dan kami memiliki kewajiban untuk melindungi Zimbabwe dari hal tersebut, ” kata Malema.

Media Afrika Selatan, Times Live melaporkan Kamis (16/11/2917), upaya perundingan antara militer dengan Mugabe masih belum menemukan titik temu.

Militer menginginkan presiden yang telah memimpin negara “keranjang roti” di Afrika Selatan sejak tahun 1980  itu untuk segera lengser secara damai dan menyerahkan kekuasaan ke mantan wakilnya, Emmerson Mnangagwa, tanpa pertumpahan darah.

Baca: Veteran Perang Kemerdekaan Zimbabwe: Presiden Mugabe Diktator Manipulatif

Namun, sumber dekat keluarga Mugabe, pria yang sudah berkuasa 37 tahun itu bersikukuh masih sah sebagai presiden secara hokum dan berencana menyelesaikan masa jabatannya yang akan habis 2018 ini.

Mugabe sendiri masih menjadi tahanan rumah di kediaman pribadinya yang bernama Statehouse di Ibu Kota Harare.

Sementara itu, sekutu loyal Mugabe yang dipecat pekan lalu,  Mnangagwa merencanakan pemerintahan transisi nasional bersama dengan militer dan kubu oposisi, di mana dia sebagai Pelaksana Tugas Presiden.

Mantan Perdana Menteri Morgan Tsvangirai disebut-sebut akan menjadi wakil presiden di pemerintahan baru, yang diharapkan dapat memecahkan krisis ekonomi parah yang melanda Zimbabwe.

Mugabe sendiri berada dalam posisi yang terjepit. Dia telah kehilangan dukungan militer yang selama ini merupakan penyokong utama kekuasaannya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika SelatangerejaKota Hararemiliter ZimbabweOposisi ZimbabweOrganisasi Masyarakat Pembangunan Afrika SelatanRobert MugabeSADCTapfumaneyi ZendaZimbabwe
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kuwait Memberlakukan Kembali Wajib Militer
Tulisan selanjutnya Wartawan Sudan Menentang Undang-Undang Baru yang ‘Batasi Kebebasan Pers’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?