Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pesta Belanja Black Friday Menjangkiti Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 November 2017 07:37 7:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 November 2017 07:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Black Friday datang lagi. Para pedagang ritel di seluruh dunia berkesempatan menjual barang sebanyak-banyaknya dengan iming-iming diskon besar untuk konsumen.

Tradisi ini sebenarnya murni budaya yang lahir di Amerika Serikat, yang digelar di hari setelah Thanksgiving di hari Jumat keempat bulan November. Namun, pesta belanja itu kini sudah mendunia, sebagai salah satu hari paling sibuk orang berjual-beli di mana para pedagang bersaing untuk menarik sebanyak-banyaknya pembeli.

Di Jepang, Black Friday menjadi agenda tahunan bagi orang-orang yang gemar berburu barang diskon di surga belanja. Peritel-peritel besar di negeri sakura itu membuka pintu-pintunya lebih awal bagi konsumen. Di sebagian cabang, toko bahkan mulai menjual barang diskon sejak tengah malam ketika jam menunjukkan pukul 00 hari Jumat.

“Akhir pekan Black Friday bisa jadi menguntungkan atau merugikan peritel, dan ini utamanya karena hari itu menandakan awal dari musim belanja, yang merupakan kesempatan sangat berharga dalam arti penjualan dan pendapatan seorang pedagang,” kata Jharonne Martis, direktur riset konsumen di Thomson Reuters.

“Oleh karena itu, jika konsumen tidak mendapatkan sedikitnya diskon 40 persen atau lebih, mereka tidak menikmati harga terbaik dari Black Friday,” imbuhnya seperti dilansir Euronews Jumat (24/11/2017).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bagi kalangan yang lebih peduli pada masalah perlindungan planet bumi, Black Friday bukan kesukaan mereka. Para aktivis peduli lingkungan berharap masyarakat berpikir lebih dahulu sebelum larut dalam pesta belanja gila-gilaan, agar tidak membeli barang yang tidak mereka butuhkan atau sia-sia.

¶Pendeta Dublin: Jangan pakai kata Christmas, sudah dibajak Santa

Pada masa sekarang ini, kegilaan belanja tidak lagi hanya berpusat di kawasan pertokoan di pusat kota, tempat di mana konsumen menyerbu toko penjual barang-barang idaman mereka. Suka ria belanja sudah merambah dunia maya, toko online.

Event promosi tahunan yang diimpor dari Amerika Serikat ke Inggris oleh Amazon pada tahun 2010, dari tahun ke tahun semakin besar.

Momen belanja di masa liburan yang berlangsung hingga hari Natal ini, di negeri asalnya Amerika Serikat, menyumbang sekitar 40 persen dari total angka penjualan tahunan para peritel.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tuan Rumah Seminar Fikih Falak Dunia, Indonesia akan Sodorkan Konsep
Tulisan selanjutnya “Melindungi Nyawa”, Belajar dari Bangkok, Bone-Bone, dan London

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?