Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Inggris Kecam Presiden Donald Trump karena Retwit Anti Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Desember 2017 05:11 5:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Desember 2017 16:56
Bagikan
Kekerasan terhadap Muslim meningkat pasca terpilihnya Donald Trump jadi presiden
Bagikan

Hidayatullah.com—Perilaku Presiden AS Donald Trump memicu kemarahan public setelah ikut  me-retwit tiga video pada 29 November 2017 dari akun anggota sayap kanan Inggris, Jayda Fransen, yang mengandung pesan kebencian terhadap muslim.

Tweet yang dicuit ulang oleh Trump itu memuat video yang menggambarkan aksi kekerasan dari seorang muslim.

Konten dari video-video itu sendiri tidak dapat diverifikasi secara independen. Kehebohan di dunia Twitter  itu sendiri terjadi beberapa hari setelah Jayda Fransen ditahan karena pidatonya dalam sebuah aksi demontrasi di Belfast.

Insiden terbaru dari serangkaian kejadian serupa yang dituduh sebagai tindakan ujaran kebencian, pelecehan agama oleh anggota Britain First.

Baca: Selamat Datang Presiden Anti Islam!

Merespons hal tersebut, juru bicara Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa apa yang dilakukan Donald Trump jelas salah. Ia menambahkan bahwa Birtain First bertujuan memecah belah masyarakat melalui ujaran kebencian yang menjajakan kebohongan dan memicu ketegangan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, Donald Trump tak terima dengan respons Theresa May. pria berusia 71 tahun itu pun mengatakan bahwa May seharusnya fokus pada “terorisme” di Inggris, ujarnya dikutip BBC, Kamis (30/11/2017).

“Jangan fokus kepada saya, fokus kepada teroris Islam radikal yang saat ini sudah ada di Inggris. Kami baik-baik saja!” tulis Trump di Twitter -nya.

Baca: Setelah Hina Wartawan Difabel, Donald Trump Cerca Muslim

Selain Theresa May, sejumlah pejabat Inggris juga mengecam cuitan Donald Trump itu. Salah satunya adalah seorang anggota pemerintahan konservatif senior Inggris, Sajid Javid.

“Jadi POTUS (Presiden AS) telah mendukung pandangan dari sebuah organisasi rasis yang penuh kebencian. Ia salah dan saya menolak membiarkannya dengan tak berkata apa-apa,” tulis Javid.

Sementara itu Brendan Cox menyebut bahwa Donald Trump telah melegalkan gerakan sayap kanan di AS. Brendan adalah suami Jo Cox, anggota Parlemen Inggris yang tewas dibunuh tahun lalu oleh seorang pria yang meneriakkan “Britain First” ketika menyerang korban.

“Menyebarkan kebencian teah menimbulkan konsekuensi dan Presiden harusnya malu dengan dirinya sendiri,” tulis Brendan di akun Twitter -nya.

Sementara itu Jayda Fransen (31),   seolah mendapat angin segar didukung Presiden AS tersebut.

Baca: Lebih dari 200 Masjid Diserang di Eropa dan Inggris dalam 12 Bulan Terakhir

Fransen menyambutnya dengan gembira dan mengatakan bahwa video tersebut telah ditonton oleh 43,6 juta pengikut Trump di Twitter . “SEMOGA TUHAN MEMBERKATIMU!” tulis Fransen dengan huruf kapital.

Jayda Fransen adalah Wakil Pemimpin Britain First, yang mengklaim sebagai partai politik namun banyak dikecam sebagai kelompok ekstrim kanan.

Akun Twitter  milik Jayda Fransen kerap membagikan video yang tak terverifikasi menampilkan migran maupun orang muslim yang menyerang warga Eropa, secara verbal maupun fisik.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti IslamBritain FirstDonald TrumpInggris Theresa MayJayda FransenMuslimpelecehan agamaPM InggrisTweetujaran kebencian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan PM Mesir Ahmad Shafiq akan Mencalonkan Presiden
Tulisan selanjutnya Gedung Putih akan Ganti Menlu Rex Tillerson

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?