Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Menhan Israel Bangga Membunuh Sebagian Besar Rakyat Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Desember 2017 05:39 5:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Desember 2017 05:39
Bagikan
PM Benjamin Netanyahu (kiri) didampingi Moshe Ya'alon, dan Benny Gantz saat masih kepala militer
Bagikan

Hidayatullah.com–Telah tiga hari sejak seorang mantan menteri Israel mengatakan ia “bangga” membunuh sebagian besar rakyat Palestina. Ini adalah sebuah pernyataan yang biasanya segera mendapatkan kecaman internasional. Demikian laporan Al Bawaba, Selasa (28/11/2017).

Namun tidak ada apa-apa. Kecuali sedikit situs yang fokus pada Palestina, tidak ada respon dari media, dan tidak ada pula tuntutan permintaan maaf dari para pemimpin sedunia.

Hal ini mengungkap bagaimana para pejabat Israel bisa membanggakan  perlakuan buruk mereka dengan memakai impunitas.

Baca: Mantan Jenderal IDF: Israel Juara Penjajahan No 1

Moshe Ya’alon sesumbar pada hari Sabtu bahwa tidak ada anggota Israel parlemen lainnya yang telah bertanggung jawab atas kematian lebih banyak dari pada dia, kantor berita Safa melaporkan.

Ya’alon adalah Menteri Pertahanan Israel dari 2013 sampai 2016, sebuah periode di mana lebih dari 1500 warga sipil Palestina tewas akibat kampanye militer berdarah Israel tahun 2014 di Gaza.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Human Rights Watch menemukan bahwa setidaknya ada tiga kasus di mana Israel menyebabkan jatuhnya “banyak sekali korban sipil akibat pelanggaran hukum perang.” Kelompok-kelompok hak asasi manusia lainnya juga menyatakan hal yang serupa.

Namun Ya’alon belum menjalani proses hukum pidana. Ia tidak hanya lolos dari hukum tapi sekarang ia mampu mengekspresikan di hadapan publik kebanggaannya melakukan pembunuhan tidak sah atas warga sipil tanpa ada konsekuensi.

Demikianlah sikap acuh tak acuh masyarakat internasional terhadap jiwa rakyat Palestina.

Sebagai perbandingan untuk kasus itu di masa sekarang mungkin adalah kasus Rodrigo duterte, Presiden Filipina.

Selain ada kecaman atas perangnya terhadap obat-obatan terlarang yang banyak menumpahkan darah, janjinya untuk membunuh anaknya sendiri dan kebanggaannya membunuh sendiri tiga pria, kasusnya juga telah ‘digoreng’ oleh pers internasional.

Kasus Aung San Suu Kyi juga bisa dijadikan perbandingan. Atas kegagalannya dalam menghentikan apa yang disebut PBB sebagai pembersihan etnis Muslim Rohingya oleh militer Myanmar, dia telah dikutuk secara luas oleh masyarakat internasional.

Berbagai penghargaan, termasuk  “Freedom of the City of Oxford” telah dilucuti dari diri Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tersebut.

Dia mengalahkan Donald Trump dalam mendapatkan penghargaan – secara satire –  “Islamophobia of The Year” yang dikeluarkan Komisi Hak Asasi Manusia Islam pada hari Ahad.

Baca: Inilah Bahasa Tubuh Trio Penjahat Perang; Netanyahu Lelah, Ya’alon Tak Konsen, Gants Tertekan

Lebih dari itu, Ya’alon mengucapkan selamat sendiri atas kematian “para teroris dan prajurit musuh,” karena ia menyebut rakyat Palestina telah diperbolehkan untuk tewas dalam pantuan radar.

Ini bukan kejadian yang terpisah. Ya’alon sebelumnya mengatakan pada tahun 2002 bahwa rakyat Palestina memiliki “sifat seperti kanker” dan ia “sedang melakukan kemoterapi.”

Sementara itu, pada tahun 2014,  anggota parlemen Israel, Ayelet Shaked menyerukan genosida di Facebook, dan ia menyatakan “seluruh rakyat Palestina adalah musuh”. Bukannya dikucilkan, Shaked justru diangkat menjadi Menteri Kehakiman pada tahun berikutnya.

Intifada Elektronik menulis pada saat itu: “Kata-kata yang sangat buruk seperti ini dari para pemimpin Israel ada dampaknya. Dan  kata-kata mereka didukung oleh tindakan-tindakan.”*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu KyiFreedom of the City of OxfordgazaHuman Rights WatchIslamophobia of The YearisraelMenhan IsraelMenteri Pertahanan IsraelMoshe Yaalonmyanmarpalestinapembersihan etnis MuslimRohingyaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Unjuk Rasa Bela Rohingya di Swedia
Tulisan selanjutnya Kekuatan Nurani 212

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Berita
12 Juli 2026 17:41
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?