Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Filipina Larang Warganya Kerja di Kuwait

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Februari 2018 09:08 9:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Februari 2018 09:08
Bagikan
Presiden Rodrigo Duterte menunjukkan foto tenaga kerja Filipina yang alami kekerasan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Filipina hari Senin memperluas larangan warganya bekerja di Kuwait setelah Presiden Rodrigo Duterte mengecam negara Teluk itu karena laporan mengenai penganiayaan dan eksploitasi tenaga kerja Filipina di sana.

Pihak berwenang menyatakan 252.000 warga Filipina bekerja di Kuwait, kebanyakan sebagai asisten rumah tangga. Mereka termasuk di antara lebih dari dua juta orang yang bekerja di kawasan itu, dan kiriman uangnya menjadi sumber ekonomi Filipina.

Namun, Menteri Ketenagakerjaan Silvestre Bello, Senin, mengumumkan “larangan total” pada pekerjaan baru di Kuwait, termasuk warga Filipina yang telah mendapatkan izin kerja namun belum berangkat ke negara kaya minyak itu.

Baca: Filipina Hentikan Pengiriman Tenaga Kerja ke Kuwait

Pihak berwenang belum mengesampingkan pencabutan izin kerja bagi warga Filipina yang saat ini bekerja di Kuwait atau pekerja yang memperpanjang kontrak kerjanya.

“Dengan munculnya serangkaian laporan yang melibatkan penganiayaan dan kematian tenaga kerja Filipina di Kuwait, larangan total terhadap penempatan semua tenaga kerja Filipina di luar negeri… dengan ini diberlakukan,” kata Bello, membacakan sebuah perintah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Perintah ini segera berlaku,” katanya sebagaimana dikutip Antara dari AFP.

Juru bicara pekerja Abegail de Vega mengatakan kebijakan tersebut akan berdampak pada ribuan pekerja.

Langkah baru tersebut dilakukan setelah Duterte bulan lalu melarang orang Filipina mencari pekerjaan di Kuwait, meski larangan tersebut membebaskan mereka yang telah mendapatkan izin.

Baca: RUU Hukum Majikan di Kuwait

Kedutaan Besar Kuwait di Manila menolak mengomentasi kebijakan baru tersebut.

Kabar mengenai pekerja Filipina yang menjadi sasaran kekerasan, perkosaan, atau meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan sudah lama beredar.

Departemen Luar Negeri Filipina menyatakan pihak berwenang sudah memulangkan lebih dari 10.000 warga Filipina yang melampaui izin tinggal di Kuwait, memanfaatkan program amnesti yang dijalankan bekerja sama dengan pemerintah Kuwait. Para pejabat mengatakan mengincar China dan Rusia sebagai “pasar alternatif” bagi tenaga kerja yang ingin ke luar negeri.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:eksploitasifilipinaKuwaitNegara telukPemerintah FilipinapenganiayaanPresiden Rodrigo DuterteTenaga Kerja
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR Setujui Revisi UU MD3, Dahnil Sampaikan Kritikan
Tulisan selanjutnya Wakil CEO Oxfam Mundur Terkait Kasus Pesta Seks di Haiti

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?