Hidayatullah.com—Federasi Catur Dunia (FIDE) mengatakan bahwa rekening banknya di Swiss ditutup, setelah presidennya dituduh memfasilitasi transaksi atas nama pemerintah Suriah.
Jutawan Rusia Kirsan Ilyumzhinov dimasukkan dalam daftar sanksi Departemen Keuangan Amerika Serikat pada tahun 2015, dengan tuduhan kongkalikong dengan rezim Bashar Assad.
Dia membantah tuduhan itu, dan mundur dari FIDE guna menyelesaikan masalah tersebut.
Namun, FIDE mengatakan bahwa bank Swiss UBS menutup rekeningnya dan Ilyumzhinov masih tercantum dalam daftar hitam AS, lapor BBC Rabu (14/2/2018).
“Setelah lebih dari dua tahun kemunculan Kirsan Ilyumzhinov dalam daftar sanksi…UBS mengumumkan bahwa mereka akan segera menutup rekening-rekening kami,” bunyi surat FIDE yang dipublikasikan online.
“Hanya masalah waktu pada akhirnya kami menghadapi masalah serius ini,” imbuhnya.
“Kami harus mencari koneksi bank baru. Dalam proses perubahan ini kami mengantisipasi akan munculnya sejumlah masalah,” kata FIDE lagi.
Ilyumzhinov belum memberikan komentar terhadap surat FIDE itu. Dalam website organisasi catur tersebut namanya masih tercantum sebagai presiden.
Bulan Maret 2017, Ilyumzhinov dikutip kantor berita Rusia Tass mengatakan bahwa FIDE berusaha “mendepaknya” setelah sebuah pernyataan di websitenya menyebutkan bahwa dia sudah mengundurkan diri.
“Menurut saya ada campur tangan Amerika di sini, dan menurut saya itu namanya jebakan,” ujarnya.
Ilyumzhinov, seorang bekas pengusaha dan politisi, sejak lama dikenal sebagai sosok eksentrik. Selama 17 tahun dia menjabat presiden Republik Kalmykia, sebuah negara mungil Buddhis di Rusia yang terletak di pesisir Laut Kaspia. Di layar televisi dia pernah mengklaim bertemu sejumlah alien di atas pesawat ruang angkasa.
Sebagai presiden Federasi Catur Dunia sejak tahun 1995, dia menggelontorkan uang jutaan dolar guna mengubah negara miskinnya menjadi jantung para pemain catur, menyulap seluruh wilayahnya menjadi ajang turnamen-turnamen catur internasional.
Namun, pada November 2015 Departemen Keuangan Amerika Serikat memasukkannya dalam daftar sanksi karena “memberikan bantuan material dan bertindak atas nama pemerintah Suriah.”
Di antara tudingan yang diarahkan kepadanya yaitu menjadi orang yang memfasilitasi pembelian minyak rezim Suriah dari ISIS alias Daesh.
FIDE mengatakan bahwa Ilyumzhinov berulang kali berupaya agar namanya dicoret dari daftar hitam AS itu, tetapi hingga saat ini belum tampak hasilnya.
Sementara itu pihak bank USB kepada koran The Telegraph mengatakan bahwa pihaknya tidak memberikan komentar soal kasus menyangkut individu maupun organisasi yang menjadi kliennya.*