Hidayatullah.com–Jumlah tentara asing yang terbunuh di Afghanistan menembus angka 2000 orang, sejak tahun 2001. Demikian laporan di situs internet www.iCasualities.org.
Menurut iCasualties, yang memantau kematian pasukan asing, dari total korban tewas itu, lebih dari 1200 serdadu dari mereka berasal dari AS dan lebih dari 330 orang tentara Inggris. Sisanya, 445 pasukan mitra koalisi dan yang lain 44 orang.
Sebelumnya, Senin kemarin, dua tentara NATO, salah satunya asal Amerika, tewas dalam serangan di Afghanistan. Pihak aliansi mengatakan, sehari sebelumnya sudah empat tentara AS tewas.
Kematian telah membawa 453 jumlah tentara yang mati dalam perang Afghanistan tahun ini. Saat ini terdapat sekitar 140 ribu serdadu AS dan NATO yang bertugas menstabilkan keamanan di negeri yang dililit kemelut tersebut.
Sementara itu, para pejabat Amerika terus mengalami silang pendapat terhadap kondisi pasukannya di Afghanistan. Menteri Pertahanan AS Robert Gates beberapa kali memastikan, Juli 2011 batas akhir pasukan AS ditarik dari Afghanistan. Pernyataan ini berbeda dengan ucapan Jenderal David Petraeus yang mengatakan, penarikan pasukan tidak terikat secara kaku dari tenggat waktunya, bila keadaan tidak memungkinkan.
Pemerintah boneka Afghanistan, dengan dukungan negara-negara Barat, mencoba untuk membangun kekuatan tentara dan polisinya, sehingga mereka dapat mengambil alih sepenuhnya tanggungjawab keamanan yang selama ini diemban oleh pasukan NATO yang dipimpin oleh AS, hingga tahun 2014 mendatang.
Di saat yang sama, pasukan NATO di bawah kendali Amerika, hingga kini tak mampu mengalahkan pejuang Taliban, yang digulingkan lewat invasi AS pada tahun 2001. Sebagian besar mujahidin Taliban menguasai sejumlah besar wilayah di selatan, dan gencar melancarkan serangan terhadap pasukan AS. [rtr/dwwd/cha/hidayatullah.com]