Hidayatullah.com–Yunani menyeru Uni Eropa dan lainnya untuk membantu membebaskan dua prajuritnya yang ditahan di Turki pekan lalu dengan tuduhan spionase.
Athena mengatakan kedua prajuritnya tersebut sedang melakukan patroli perbatasan, ketika mereka tersasar akibat cuaca buruk.
“Turki adalah anggota NATO, sekutu Yunani di NATO dan insiden semacam ini perlu diselesaikan lewat cara-cara damai, dan negosiasi antara kedua angkatan bersenjata,” kata Menhan Yunani Panos Kammenos di Brussels seperti dilansir Euronews Selasa (6/3/2018).
Mereka kabarnya diciduk di kawasan hutan lebat di sekitar perbatasan.
Pejabat Turki belum ada yang dapat dimintai keterangan, tetapi kantor berita pemerintah Anadolu melaporkan bahwa tentara Yunani itu ditangkap dengan tuduhan spionase dan memasuki zona larangan militer. Mereka dijebloskan dalam tahanan atas perintah pengadilan.
Kabar penangkapan dua serdadu Yunani ini mencuat menjelang pertemuan tingkat tinggi antara Turki dan Uni Eropa, yang akan digelar pada 26 Maret di Varna, Bulgaria. Presiden Dewan Uni Eropa mengatakan pertemuan itu akan digelar dengan syarat Turki berhenti melakukan provokasi soal zona rkonomi Siprus dan kawasan Aegea.
“Menurut sumber-sumber diplomatik UE, kanal-kanal komunikasi dengan Turki terbuka tetapi pembicaraan tidak selalu menyenangkangkan,” lapor wartawan Euronews.*