Hidayatullah.com—Unjuk rasa berlangsung di Roma setelah muncul kabar bahwa mafia Italia kemungkinan mengorganisir kecurangan berskala besar dalam ujian masuk sipir penjara.
Dilansir BBC Selasa (24/5/2016), puluhan orang berkerumun di luar gedung Kementerian Kehakiman guna menuntut agar ujian masuk yang digelar bulan lalu dibatalkan.
Pihak penyelidik memeriksan klaim yang mengatakan bahwa Camorra, kelompok mafia berbasis di Naples, kemungkinan menginfiltrasi sistem penerimaan masuk penjaga penjara itu.
Petugas mengatakan ketika ujian masuk berlangsung 88 orang ditangkap bersama dengan gelang-gelang atau penutup ponsel yang terdapat jawaban benar soa-soal yang diujikan.
Sebagian dari mereka yang dibekuk petugas menggunakan perangkat di telinga sehingga dapat menerima bisikan jawaban yang benar.
Camorra juga dituduh menjual jawaban soal kepada para peserta ujian dengan harga hingga 25.000 euro atau $27.900.
“Sayangnya, mereka yang layak mendapatkan pekerjaan itu justru tidak mendapatkannya,” kata salah seorang pengunjuk rasa bernama Mina, yang gagal dalam ujian bulan April lalu.
“Kami muak dengan ketidakpedulian dan kebiasaan diam di Italia,” kata pengunjuk rasa bernama Maurizio.
Hampir 8.000 orang, kebanyakan pemuda, bersaing keras untuk memperebutkan hanya sekitar 400 lowongan pekerjaan sebagai sipir penjara.
Italia memiliki angka pengangguran pemuda tertinggi di Uni Eropa. Sekitar 40% orang-orang muda di Italia adalah pengangguran.*