Hidayatullah.com– Bahrain hari Rabu mengumumkan cadangan minyak serpih barunya diperkirakan mencapai lebih dari 80 miliar barel, membuat negara itu berpotensi menjadi pemain besar dalam pasar minyak.
Ukuran minyak yang dapat dipulihkan masih dalam penelitian, Menteri Perminyakan Sheikh Mohammed bin Khalifa Al-Khalifa mengatakan pada sebuah konferensi pers di Manama, kutip Worldbulletin.
Ladang minyak baru ini mengkerdilkan Ladang Bahrain, satu-satunya ladang minyak negara itu, yang hanya berisi beberapa juta barel.
Baca: Bahrain Tuduh Iran di Balik Ledakan Jaringan Pipa Minyak
“Sumber daya baru ini diperkirakan mengandung minyak mentah dan gas dalam jumlah besar, yang sangat mengerdilkan cadangan minyak Bahrain saat ini,” kata Komite Tinggi Sumber Daya Alam negara itu, yang diketuai oleh Putra Mahkota Salman bin Hamad.
Penemuan di Khaleej al-Bahrain, di lepas pantai barat, merupakan “penemuan minyak terbesar dalam sejarah negara itu”, katanya dalam pernyataan.
Pangeran Salman menulis di Twitter bahwa konferensi pers pada Rabu akan “memberikan detail tambahan terkait penemuan itu, termasuk ukuran awal dan kelayakan ekstraksi”.
“Analisis awal menunjukkan temuan berada pada tingkat substansial yang mampu mendukung ekstraksi minyak ketat dan gas dalam jangka panjang,” Menteri Perminyakan Bahrain, Sheikh Mohammed bin Khalifa Al-Khalifa mengatakan dalam pernyataan.
Baca: Penerbangan dan Harga Minyak Terganggu dalam Kasus Qatar
Bahrain saat ini hanya memiliki satu ladang minyak dengan cadangan minyak sejumlah beberapa juta barel.
Ladang minyak itu merupakan ladang minyak pertama yang ditemukan di Teluk dan yang pertama kali berproduksi.
Yang saat ini memompa sekitar 50.000 barel per hari (bpd), di samping lebih dari satu miliar kaki kubik (28 juta meter kubik) gas alam setiap hari.*/ Nashirul Haq AR