Hidayatullah.com—Dua klub sepakbola terbesar Argentina disebut dalam tuduhan pelanggaran seksual terhadap anak oleh lembaga swadaya masyarakat setempat. Mantan pemain muda dari River Plate dan Independeiente telah melaporkan jaringan prostititusi anak.
River Plate dan Independiente disebut oleh LSM setempat yang mengatakan bahwa anak-anak di bawah umur mengalami kejahatan seksual di klub River divisi muda antara tahun 2004 dan 2011.
Sedikitnya dua pemain muda Independiente diduga menjadi korban dalam jaringan prostitusi baru-baru ini. Tuduhan itu pertama kali muncul setelah salah satu pemain menceritakan apa yang dialaminya kepada seorang psikolog. Dia mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan hubungan seksual dengan beberapa pria dengan imbalan sejumlah uang dan bahwa para pemain junior direkrut ke dalam jaringan prostitusi oleh seorang anggota klub lainnya.
Dilansir DW, hari Rabu (4/4/2018) jaksa penyidik kasus itu mengatakan bahwa pemuda berusia 19 tahun yang merekrut mereka menceburkan dirinya sendiri ke dalam jaringan prostitusi itu, dan sekarang bekerja sama dengan pihak berwenang. Sedikitnya ada 7 orang anak di bawah umur yang dilacurkan dan 10 anak lainnya diyakini menjadi korban potensial. Sejauh ini, 5 pria yang dituduh menjadi bagian dalam jaringan prostitusi itu telah ditangkap.
Penyidik juga memeriksa hubungan telepon yang dilakukan terhadap anak-anak yang kemungkinan menunjukkan adanya pendekatan dan bujuk rayu kepada mereka agar mau telibat prostitusi. “Banyak anak yang dikontak tetapi mereka tidak terbuai. Kami sedang menyelidikinya. Puji Tuhan aksi ini tidak berlanjtu,” kata jaksa Maria Soledad dalam konferensi pers. “Kita semua bersatu di sini, anak-anak, para orangtua dan aparat hukum.”
Tuduhan-tuduhan itu datang setelah polisi menangkap seorang wasit yang dicurigai terlibat dalam jaringan prostitusi dengan pemain-pemain junior Independiente.
River Plate mengatakan akan bekerja sama dengan pihak berwajib, sementara ketua komite anak dan pemuda dari Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) Dante Majori mengatakan akan mempelajari klaim-klaim yang ada.
“Kami ingin masalah ini diselidiki,” ujar Majori. “kami ingin berkontribusi bersama aparat hukum sehingga mereka yang bertanggung jawab atas tindakan menjijikkan ini dapat ditangkap.”
AFA juga mengatakan pihaknya akan mengawasi asrama-asrama, d mana para pemain junior biasa tinggal. Banyak anak-anak tersebut berasal dari keluarga miskin dan pindah jauh dari keluarga mereka guna mencoba peruntungan di dunia sepakbola.
Namun, skandal seperti ini tidak hanya terjadi di cabagn olahraga sepakbola saja. Komite Olimpiade Argentina juga mengajukan gugatan hukum terhadap seorang pelatih senam yang dituduh melakukan pelanggaran seksual terhadap atlet-atletnya.*