Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Usai Siklon Idai Tewaskan Ratusan Orang, Warga Kini Terancam Kolera dan Malaria

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Maret 2019 19:18 7:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Maret 2019 05:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Satu pekan setelah pelabuhan Beira di Mozambik diterjang angin besar dan banjir yang dibawa Siklon Idai, kini penduduk daerah itu menghadapi wabah kolera.

International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) hari Jumat (22/3/2019) mengatakan sudah muncul kasus kolera serta malaria, lansir BBC.

Badai itu sejauh ini dipastikan membunuh 557 orang di Mozambik, Zimbabwe dan Malawi, tetapi jumlah korban diperkirakan masih terus bertambah.

Siklon Idai mendarat dekat Beira dengan kecepatan 117 km/jam pada 14 Maret.

Para pekerja kemanusiaan tidak dapat bekerja cepat untuk mengirim bantuan dikarenakan wilayah bencana direndam banjir dan jalur transportasi sulit. Sebagian daerah bahkan tidak dapat diakses dan helikopter sangat terbatas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sekitar 1,7 juta orang dikabarkan terdampak oleh badai besar itu di bagian selatan Benua Afrika. Rumah-rumah warga hancur, jalan-jalan rusak disapu banjir, listrik padam dan air bersih tidak tersedia.

Dalam sebuah pernyataan IFRC mengatakan bahwa sudah ada laporan sejumlah kasus kolera di Beira, sementara jumlah kasus malaria bertambah di kalangan orang-orang yang terjebak banjir.

Kolera, yang endemik di Mozambik, menyebar lewat air terkontaminasi limbah (air kotor), dan dalam membunuh orang yang terinfeksi dalam hitungan jam apabila tidak segera diatasi.

“Ada banyak genangan air, yang tidak segera mengering, mayat-mayat membusuk, kurangnya higiene dan sanitasi,” kata Henrietta Fore, pimpinan Unicef di Mozambik, kepada AFP.

“Besarnya skala kasus ini sangat mencengangkan,” kata Elhadj As Sy, pimpinan IFRC, setelah melihat kondisi Beira, kota pelabuhan berpenduduk 500.000 jiwa.

Sementara itu seorang jubir World Food Programme (WFP) mengatakan upaya pengiriman bantuan awalnya berjalan lambat, tetapi sekarang sudah lebih cepat.

“Kami belum sampai di mana bantuan itu diperlukan,” kata jubir itu kepada AFP.

Perserikatan Bangsa-Bangsa merogoh koceknya $20 juta dari anggaran kedaruratannya, dan hari Jumat pimpinannya meminta agar masyarakat internasional mengulurkan bantuan.

Menurut PBB, akibat banjir yang disebabkan Siklon Idai, sedikitnya 65.000 orang saat ini mengungsi di sekitar 100 lokasi penampungan sementara. Banyak di antara mereka dalam kondisi memprihatinkan. Dikabarkan pula masih banyak korban yang belum diselamatkan dari lokasi bencana, bahkan sebagian masih bertahan di atap-atap rumah dan bangunan atau bergelantungan di pohon.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelaku Penembakan Utrecht Akui 3 Dakwaan
Tulisan selanjutnya Cesar Sayoc Mengaku Bersalah Kirim Alat Peledak ke Para Pengkritik Trump

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?