Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ilmuwan David Goodall “Dimatikan” di Usia 104 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Mei 2018 17:15 5:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Mei 2018 17:15
Bagikan
David Goodall.
Bagikan

Hidayatullah.com—Ilmuwan David Goodall, 104, wafat setelah memilih untuk direnggut nyawanya di sebuah klinik di Swiss, kata sebuah organisasi pembela hak untuk mati.

Pakar ekologi dan botani terkemuka kelahiran London itu, yang tidak mengalami sakit parah, mengatakan bahwa keputusannya didorong oleh kualitas hidupnya yang memburuk.

Perjalanan Goodall dari Australia ke Swiss untuk meminta nyawanya dicabut telah menarik perhatian masyarakat dunia.

“Kehidupan saya kurang baik sekitar setahun belakangan ini dan saya bahagia untuk mengakhirinya,” kata Goodall dikelilingi sejumlah anggota keluarganya, menjelang kematiannya seperti dilansir BBC. Dia berharap publikasi yang diterimanya bisa mendorong negara Australia mengesahkan euthanasia bagi orang-orang jompo.

Akademisi itu meninggal dengan “tenang” pada hari Kamis (10/5/2018) pukul 12:30 waktu setempat (10:30 GMT) di klinik Life Cycle di Basel, Swiss, setelah diinfus dengan Nembutal, barbiturate, kata Philip Nitschke pendiri Exit International, sebuah organisasi yang membantu orang mengakhiri hidupnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Nitschke, ilmuwan Australia itu terlihat kesal dengan proses administrasi yang harus dijalaninya. “Bahkan kata-kata terakhirnya adalah ‘Ini amat sangat lama sekali’,” kata Nitschke menirukan Goodall.

Hidangan terakhir yang dinikmati Goodall sebelum wafat adalah ikan dan kentang goreng serta keik keju kesukaannya. Menit-menit terakhir hidupnya diiringi alunan Ode to Joy karya simponi Beethoven ke-9.

Goodall hidup sendiri di sebuah rumah susun kecil di Perth, Western Australia, sampai beberapa pekan sebelum kepergiannya ke Swiss.

Dia mengundurkan diri sebagai pegawai pada tahun 1979, tetapi masih banyak terlibat menggarap pekerjaan yang menjadi keahliannya.

Termasuk pencapaiannya di tahun-tahun belakangan, Goodall berhasil menyunting buku berseri 30 volume yang disebut “Ecosystem of the World” dan dianugerahi Member of the Order of Australia untuk karya-karya ilmiahnya.

Pada 2016 ketika berusia 102 tahun, dia memenangkan perkara di pengadilan agar dirinya tetap dapat bekerja di kampus Universitas Edith Cowan di Perth, di mana dia merupakan honorary research associate yang tidak digaji.

Goodall mengatakan dirinya terpaksa meninggalkan Australia untuk dapat mengakhiri hidupnya. Euthanasia hanya bisa dilakukan di satu negara bagian di Australia dan hanya diperuntukkan bagi pasien sakit berat tak tersembuhkan yang menimbulkan penderitaan berkepanjangan. Sedangkan di Swiss bunuh diri sukarela dengan bantuan orang lain sudah diperbolehkan sejak 1942.

Goodall tiba di Basel pada hari Senin (7/5/2018) setelah mengunjungi kerabat-kerabatnya di Prancis, dan menghabiskan hari terakhirnya menjelajahi kebun raya di Universitas Basel bersama tiga cucunya.

Dalam konferensi pers hari Rabu (9/5/2018) dia mengaku sangat terkejut dengan banyaknya liputan media perihal rencana dirinya untuk mengakhiri hidup.

Goodall tidak menginginkan upacara pemakaman dan berwasiat jasadnya disumbangkan untuk keperluan medis atau abunya ditebar di tempat kematiannya, kata Exit Internasional.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Shabaab Rajam Wanita Somalia yang Menikahi 11 Pria
Tulisan selanjutnya Kerusuhan di Rutan, BWU: Pelajaran Penting Perbaiki Densus 88 dan Brimob

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?