Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

CIA Sekarang Dipimpin Wanita yang Merestui Penyiksaan Tahanan 9/11

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Mei 2018 06:47 6:47 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Mei 2018 06:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Senat Amerika Serikat menyetujui Gina Haspel sebagai wanita pertama yang menjabat direktur Central Inteligence Agency (CIA). Wanita eks mata-mata ini dikenal berperan dalam penyiksaan tahanan terorisme 9/11.

Gina Haspel dikukuhkan Senat sebagai bos CIA dengan suara 54-45, lapor BBC Kamis (17/5/2018).

Haspel, 61, pernah mempimpin apa yang disebut black site di Thailand menyusul penangkapan orang asing dari berbagai negara yang dituding terlibat serangan 9/11. Black site bisa dibilang “penjara” rahasia intelijen Amerika Serikat di luar negeri, untuk mengurung orang-orang yang dicurigainya melakukan kejahatan terutama terorisme sebelum dipindahkan ke Amerika Serikat.

Berkecimpung selama 33 tahun di dinas intelijen AS, Gina Haspel melakoni sebagian masa karirnya sebagai agen mata-mata yang melakukan penyamaran.

Pada tahun 2002 dia ditunjuk untuk mengepalai sebuah black site di Thailand, di mana teknik interogasi yang sangat keras, yang dikategorikan Senat AS sebagai penyiksaan, digunakan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Salah seorang yang pernah dikurung di sana adalah Abd-al-Rahim Al-Nashiri. Dia diinterogasi di black site itu setelah Haspel ditugaskan sebagai kepalanya. Di sana dia mengalami penyiksaan seperti tidak boleh tidur, ditelanjangi, ditempatkan dalam tempat yang sangat panas, dikurung dalam sebuah kotak kecil, bahkan dibenturkan berkali-kali ke dinding.

Tiga tahun kemudian, Haspel memerintahkan agar 92 rekaman video yang menunjukkan aksi penyiksaan atas Al-Nashiri itu dihancurkan, termasuk rekaman penyiksaan atas Abu Zubaydah yang juga dikurung di lokasi rahasia yang berada di Thailand tersebut, tulis BBC.

Menurut laporan Senat AS tahun 2014, sedikitnya 119 pria disiksa dalam tahanan menyusul serangan atas World Trade Center di New York 2001 yang lebih dikenal dengan serangan 9/11.

Organisasi-organisasi pembela HAM mengatakan bahwa Haspel kemudian dipindahkan dari Thailand guna menjadi pengawasi interogasi penyiksaan lebih lanjut oleh intelijen AS. Namun, bukti peran Haspel dalam penyiksaan tahanan itu sulit diungkap karena CIA mengkategorikan dokumen dan filenya sebagai rahasia negara.

Presiden Trump sebelum menominasikan Haspel sebagai pimpinan CIA mengatakan bahwa metode penyiksaan waterboarding harus digunakan lagi dalam interogasi tersangka teroris.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aa Gym: Ramadhan Istimewa, Jadikan Setiap Detik Kita Diridhai Allah
Tulisan selanjutnya Semangat Lansia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?