Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Tambah Jam Pelajaran Bahasa untuk Imigran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Juni 2018 11:07 11:07 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juni 2018 11:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Prancis melipatgandakan jam pelajaran bahasa yang diberikan kepada para imigran yang tinggal di negara itu secara legal. Demikian diumumkan Perdana Menteri Edouard Philippe hari Selasa (5/6/2018) seperti dilansir RFI.

Tambahan jam pelajaran bahasa Prancis itu merupakan bagian dari reformasi imigrasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Emmanuel Macron, guna menyeimbangkan kebijakan deportasi atas pencari suaka yang ditolak dengan pemberian dukungan yang lebih baik bagi mereka yang diizinkan tinggal di negara tersebut.

Jam pelajaran dinaikkan menjadi 600 jam bagi pendatang asing yang baru tiba khususnya yang kesulitan menguasai bahasa setempat. Hal tersebut dikatakan Philippe usai pertemuan pertama komite antarkementerian yang dibentuk guna menangani masalah-masalah keimigrasian, lapor RFI Selasa (5/6/2018).

Philippe mengatakan upaya Prancis untuk mengintegrasikan para migran sampai saat ini kurang berambisi, seraya menambahkan bahwa kebijakan terhadap orang-orang yang diberi hak untuk menetap di Prancis seharusnya menguntungkan republik itu.

Dia tidak mengatakan berapa biaya untuk menggelar program tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tambahan kelas bahasa merupakan salah satu dari puluhan usulan yang diajukan dalam laporan Aurelien Tache, seorang anggota legislatif dari partainya Macron, LREM, yang diperkirakannya berbiaya total 607 juta euro.

Prancis juga melipatgandakan kursus kewarganegaraan menjadi 24 jam kepada para pengungsi, yang ditujukan untuk memperkenalkan nilai-nilai bangsa Prancis serta cara hidup di negara itu, seperti bagaimana mendapatkan pekerjaan, pelayanan kesehatan dan perumahan.

Banyak para pendatang asing baru-baru ini menilai informasi yang dijejalkan dalam kursus selama 12 jam membuat mereka kewalahan. Namun, menurut Philippe pemahaman tentang nilai-nilai fundamental Prancis seperti kebebasan, persaudaraan dan kesetaraan bukanlah pilihan melainkan kewajiban.

Para migran yang memiliki anak akan diberikan fasilitas penitipan anak gratis selama mereka menjalani kursus. Sementara mereka yang memasuki usia 18 tahun akan diberi akses budaya senilai 500 euro yang dapat dipakai oleh anak-anak muda migran untuk mengunjungi museum dan mengikuti kegiatan budaya lainnya.

Philippe mengatakan kebijakan-kebijakan itu, termasuk pemberian informasi lebih baik guna membantu migran mendapatkan pekerjaan, merupakan investasi dalam “kohesi sosial dan nasional” Prancis.

Negara Prancis menerima 100.000 aplikasi suaka tahun lalu saja dan menawarkan status pengungsi kepada sekitar 30.000 orang, sedangkan 14.900 migran dideportasi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Pengawasan’ Medsos Dosen-Mahasiswa, APTISI Minta Kemristekdikti Tak Beralih Peran
Tulisan selanjutnya Messi Dkk Batal Gelar Laga Pemanasan Piala Dunia dengan Israel di Al-Quds

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?