Hidayatullah.com–Mesir mendesak komunitas internasional untuk berbagi tanggung jawab untuk menampung para pengungsi, dalam upaya untuk meringankan beban bersama.
Hal ini disampaikan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir Ahmed Abu Zeid dalam sebuah pernyataan dikutip Middle East Monitor belum lama ini. Menurutnya, pemerintahnya selalu berkomitmen untuk membantu pengungsi di negara itu meskipun dipaksa untuk menanggung beban dan masalah ekonomi.
“Kita memperbaharui komitmen moral dan hukum terhadap pengungsi di wilayah ini, termasuk kesungguhan untuk mengintegrasikan mereka dalam masyarakat di negara ini meskipun beban yang tinggi dan masalah ekonomi,” katanya melalui akun twitter resminya.
Baca: Mesir Memberlakukan Pajak Bulanan untuk Pengungsi Suriah
Abu Zeid mengatakan ini bersamaan dengan Hari Pengungsi Dunia yang dirayakan pada tanggal 20 Juni setiap tahun.
Agustus lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di Mesir melaporkan bahwa jumlah pengungsi dan pencari suaka di negara itu sekitar 209.000.
Namun, perkiraan tidak resmi menunjukkan bahwa ada lebih dari 300.000 pengungsi di negara tersebut, termasuk yang terdaftar di UNHCR.
Badan pengungsi PBB mengumumkan pada hari Selasa bahwa ada 68,5 juta orang “telah diusir dari rumah mereka di seluruh dunia pada akhir tahun 2017.”
Turki tercatat sebagai negara yang menjadi ‘tuan rumah bagi sejumlah besar pengungsi’. Di mana Negara ini menampung 4 juta pengungsi yang sebagian besar berasal dari Suriah tetapi juga dari negara lain.
Hari Pengungsi Dunia adalah acara yang dirayakan dunia yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran akan pengungsi; menyoroti penderitaan dan kebutuhan mereka; dan menemukan cara untuk mendukung dan membantu mereka ketika krisis dan jumlah mereka bertambah.*