Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Julian Assange Dikabarkan akan Diusir dari Kedubes Ekuador di London

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juli 2018 09:54 9:54 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juli 2018 09:54
Bagikan
Polisi Inggris berjaga-jaga ketika Julian Assange memberikan pernyataan pers dari gedung Kedubes Ekuador.
Bagikan

Hidayatullah.com–Otoritas Ekuador akan mengusir pendiri situs WikiLeaks Julian Asange dari kedutaan besarnya di London, lapor jurnalis investigasi Glenn Greenwald. Assange diberi suaka Ekuador pada 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Amerika Serikat.

Inggris dan Presiden Ekuador Lenin Moreno “hampir menuntaskan” atau bahkan sudah menuntaskan perundingan kesepakatan untuk mengusir Assange dari Kedutaan Ekuador di London, menurut artikel di The Intercept hari Sabtu (21/7/2018) seperti dilansir DW.

Menurut reporter Glenn Greenwald, Ekuador dapat mencabut perlindungannya untuk Assange dalam hitungan hari. Greenwald pertama kali menarik perhatian dunia setelah melaporkan perihal Edward Snowden, bekas kontraktor dinas intelijen AS yang membocorkan banyak data rahasia.

Menurut Greenwald, Moreno menggunakan momen 2018 Global Dissabilities Summit sebagai alasan untuk berkunjung ke London dan mendiskusikan masalah Assange. Pendiri WikiLeaks itu disebut Presiden Moreno sebagai “kerikil dalam sepatu” yang banyak “menimbulkan masalah dalam pemerintahannya.”

Assange menjadi buruan aparat hukum setelah WikiLeaks membocorkan banyak dokumen rahasia milik pemerintah AS pada 2010. Bulan November tahun yang sama, Swedia mengeluarkan perintah penangkapan internasional atas aktivis kebebasan internet itu dengan tuduhan pemerkosaan dan serangan seksual. Bulan Desember tahun tersebut ketika di London, dia dikenai tahanan rumah sambil melawan proses deportasinya ke Swedia. Dia berulang kali menyatakan tidak menentang pendeportasian ke Swedia, tetapi yang dikhawatirkannya adalah hal itu dijadikan kedok alasan untuk kemudian mengirimnya ke Amerika Serikat, di mana dia terancam hukuman berat atau bahkan hukuman mati.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Setelah hakim Inggris memberikan lampu hijau pendeportasiannya ke Swedia, pria kelahiran Australia itu mencari perlindungan ke Ekuador, yang memberinya suaka pada 2012.

Swedia membatalkan tuduhan pemerkosaan pada 2017 dengan alasan kasusnya sudah kadaluwarsa.

Jika diusir dari Keduataan Ekuador, Assange kemungkinan dikenai dakwaan ringan “menolak penahanan” atau lebih berat penghinaan pengadilan, yang dapat dihukum hingga dua tahun penjara.

Masalahnya, selama berususan dengan hukum di Inggris, Assange berpeluang diekstradisi ke Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 394 Bus Shalawat Siap Layani Jamaah Haji Indonesia
Tulisan selanjutnya Pulang dari Turki Wapres Afghanistan Abdul Rashid Dostum Disambut Bom

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?