Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Menahan Isteri Menteri Perang ISIS Abu Omar Al-Shishani

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Juli 2018 18:34 6:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Juli 2018 18:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pihak berwenang Turki menahan isteri Abu Omar Al-Shishani –tokoh senior ISIS alias Daesh yang tewas dua tahun silam– dalam operasi kontraterorisme di Istanbul bulan ini, kata pihak kepolisian Kamis malam (19/7/2018) seperti dilansir Reuters.

Dijuluki “menteri perang”, dan dikenal sebagai penasihat pimpinan ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi, Al-Shishani tewas dalam satu aksi ISIS di distrik Shirqat, selatan Mosul, Iraq pada bulan Juli 2016.

Isteri Al-Shishani merupakan satu dari lima orang yang diringkus patugas dalam sejumlah operasi penggerebekan simultan di Istanbul malam tanggal 4 Juli. Operasi itu menarget orang-orang yang diyakini memiliki koneksi dengan wilayah-wilayah konflik dan berusaha melakukan serangan, kata pihak kepolisian.

Identitas isteri Al-Shishani baru diketahui setelah wanita tersebut diinterogasi petugas selama beberapa hari. Petugas mendapati paspor milik wanita itu palsu. Mereka hanya mengidentifikasi perempuan tersebut dengan inisial SD.

Dia secara resmi ditahan pengadilan Istanbul pada 17 Juli 2018 dan dijebloskan ke penjara, kata polisi. Wanita tersebut miliki dua anak lelaki dari Al-Shishani, tetapi keberadaan anak-anak itu belum diketahui.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut data pejabat Amerika Serikat, Al-Shishani dilahirkan pada tahun 1986 di Georgia, negara yang dulu bagian dari Uni Soviet. Dia pernah bergabung dengan pasukan Chechnya melawan militer Rusia. Dia kemudian masuk dinas militer negara Georgia merdeka pada 2006 dan ikut dalam peperangan singkat mereka melawan Rusia dua tahun kemudian, sebelum keluar dari ketentaraan dengan alasan medis.

Al-Shishani ditangkap tahun 2010 untuk kasus kepemilikan senjata dan meringkuk dalam penjara lebih dari setahun. Kemudian pada 2012 dia pergi meninggalkan Georgia menuju Istanbul, lalu pindah ke Suriah.

Dia memutuskan bergabung dengan ISIS di tahun selanjutnya dan bersumpah setia kepada khalifah ISIS Al-Baghdadi. Sebelum menemui ajalnya, Al-Shishani masuk daftar teroris paling dicari Amerika Serikat, yang menawarkan hadiah $5 juta kepada orang yang memberikan informasi keberadaannya sehingga dia dapat dienyahkan dari medan pertempuran.

Dikenal dengan sebutan “Si Chechen” Al-Shishani termasuk dari segelintir anggota ISIS yang memiliki latar belakang militer serta ratusan anak buah, kebanyakan dari negara eks-Uni Soviet, ketika dia naik daun menyusul pertempurannya tahun 2013 melawan pasukan rezim Assad di bagian utara Suriah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Tunawisma Dibakar Hidup-hidup di Stasiun Berlin
Tulisan selanjutnya GNPF Ulama: Menentukan Nama Capres Bukan Wilayah yang di Luar Partai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?