Hidayatullah.com—Yunani mengatakan bahwa ada indikasi kuat kebakaran yang menewaskan sedikitnya 83 orang dekat Athena awal pekan ini akibat aksi pembakaran yang disengaja, kata Menteri Perlindungan Warga Negara Nikos Toskas, lapor BBC Kamis.
Toskas mengatakan bahwa satu kebakaran lain terjadi juga dekat Athena beberapa jam sebelumnya, tetapi tidak menimbulkan korban dan api berkobar karena kesengajaan.
Kebakaran besar terjadi sejak sejak hari Senin (23/7/2018), dan sekarang sudah berhasil dipadamkan itu, menjalar di daerah pedesaan yang banyak dikunjungi wisatawan pada musim panas dan tempat di mana sebagian orang Yunani mendirikan rumah atau vila musim panasnya.
Sekitar 60 orang masih dirawat di rumah sakit, 11 ditempatkan di ruang perawatan intensif, sedangkan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.
Hari Kamis (26/7/2018), petugas yang memeriksa sekitar sisi tebing kota kecil Mati menemukan sejumlah jasad manusia, lapor BBC.
Banyak korban terjebak di sisi tebing tinggi, yang memisahkan daerah daratan dan lautan, ketika api bergerak meluas dengan cepat didorong angin berkecepatan hingga 120 km/jam. Banyak orang selamat mereka mencapai bibir pantai dan bahkan mencebur ke laut, tetapi tidak sedikit korban yang tidak berhasil menuju perairan dan melepaskan diri dari kepungan api.
Menurut Toskas, kondisi iklim di daerah yang mengalami kebakaran hebat itu sangat ekstrim, akibat fenomena perubahan iklim.
Sebelumnya kepada BBC Menteri Pertahanan Yunani Panos Kammenos mengatakan bahwa pembangunan ilegal berkontribusi kepada besarnya bencana kebakaran tersebut.
Kammenos mengatakan bangunan-bangunan yang didirikan penduduk di kawasan hutan merupakan tindak “kejahatan” yang mengakibatkan rute penyelamatan terhalang.
Kammenos disambut dengan kemarahan warga lokal ketika dia mengunjungi daerah yang dilalap si jago merah di sebelah timur Athena pekan ini.
Setibanya di Mati, di mana banyak terdapat korban tewas, Kammenos langsung dikepung oleh warga yang menudingnya tidak peduli kepada mereka.
Namun, Kammenos mengatakan bahwa tindakan-tindakan warga yang justru menghalangi jalan bagi orang yang berusaha menyelamatkan diri ke daerah pantai.
“Ini akibat dari kejahatan masa lalu,” ujarnya. “Pantai-pantai dekat Athena ini, semua bangunan di sini, kebanyakan didirikan tanpa izin, dan mereka sudah menduduki kawasan pantai tanpa mengikuti aturan yang berlaku,” kecamnya.
Puluhan kendaraan dilaporkan terbakar di jalan-jalan ketika orang-orang berusaha menyelamatkan diri. Kendaraan yang ditumpangi warga terjebak kemacetan dan tidak dapat menandingi laju penyebaran api. Sebagian warga terperangkap di kendaraan. Sementara korban selamat banyak yang mengaku lari terbirit-birit menuju pantai karena dikejar si jago merah.*