Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengawasan China terhadap Muslim Meluas hingga Jamaah Haji ke Makkah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2018 15:06 3:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Agustus 2018 13:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengawasan ketat komunis China terhadap minoritas Islamnya semakin meluas hingga ke luar negeri, dengan Muslim dari beberapa wilayah berbahasa China melakukan perjalanan haji sembari membawa alat pemantau yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Afiliasi Islam China yang dikelola pemerintah Komunis mencetak gambar-gambar Muslim dengan bahasa China di bandara Beijing yang akan berangkat ke Makkah di Arab Saudi membawa “smart card atau kartu pintar” yang dikalungkan di leher mereka. Alat itu, yang mencakup pelacak GPS dan data pribadi, dirancang untuk memastikan keamanan pemakainya, menurut asosiasi.

Para aktivis HAM berpendapat alat pengawasan itu merupakan contoh lain dari upaya luar biasa China untuk mengawasi minoritas Chinanya menggunakan alat-alat pengawasan modern.

“Ini adalah metode lain untuk menindas Muslim karena melaksanakan keyakinan mereka, dengan menyarankan bahwa mereka dipantau seperti tersangka penjara atau individu yang menjalanin penundaan hukuman penjara,” jelas Eva Pils, seorang ahli HAM di King’s School London.

Baca: Untuk Pertama Kali Muslim Ningxia Bisa Tunaikan Haji 

Pemerintah China telah menahan ratusan ribu Muslim Uighur di kamp-kamp “re-edukasi politik” dan fasilitas lain barat laut negara itu, berdasarkan sebuah pernyataan dari Departemen Luar Negeri AS minggu lalu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Spesialis Hukum China Jerome Cohen mengatakan penahanan itu kemungkinkan merupakan yang terbesar di luar proses kriminal sejak kampanye “anti-sayap kanan” pada tahun 1950-an.

United Front Work Department China, yang mengawasi regulasi agama, dan Kementrian Keamanan Publiknya tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar pada Selasa. China sebelumnya telah mengatakan kebijakan restriktifnya terhadap Muslim dibutuhkan untuk melawan terorisme.

Surat kabar pemerintah Global Times, menyoroti penggunakan alat pelacak Makkah pada Selasa, berdalih alat itu digunakan hanya oleh satu per tiga dari 11.500 Muslim China yang melakukan perjalanan Haji. Para jamaah Haji dari wilayah Xinjiang, yang telah menjadi pusat dari penindasan China terhadap muslim, tidak menggunakan alat itu pada tahun ini, surat kabar itu mengatakan.

“Mereka melakukan uji coba dan mengetesnya, mungkin dengan tujuan memperluasnya,” kata Adrian Zenz, seorang dosen di European School of Culture and Theology yang mempelajari kebijakan China terhadap Muslim dan penduduk Tibet.

Zenz menambahkan bahwa sementara pihak berwenang tertarik untuk mengawasi para jamaah Haji, mungkin juga ada alasan yang sah untuk pelacakan seperti berdesak-desakan dan masalah lain selama Haji. Pada musim Haji tahun 2015, terjadi saling desak-desakan besar di Makkah yang menyebabkan 750 orang meninggal, dengan lebih dari 900 orang terluka.

Ma Lijun, perwakilan hukum perusahaan Beijing Fengjiang Technology Co., yang merupakan pembuat alat tersebut mengatakan tidak jelas apakah kartu itu akan digunakan lebih luas di masa yang akan datang. “Itu tergantung pada keputusan Asosiasi Islam China,” katanya dikutip The Wall Street Journal.

Baca: Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China 

Asosiasi Islam China tidak menanggapi permintaan berkomentar pada Selasa. Dalam sebuah pernyataan online ketika sistem itu pertama kali diluncurkan pada tahun lalu, asosiasi mengatakan alat Chaojin Tong (Komunikasi Haji) dirancang bersama-sama oleh Administrasi Negara Hubungan Agama China dan asosiasi untuk “memastikan keselamatan perjalanan para partisipan Haji di luar negeri.”

Tahun lalu seorang jamaah Haji tersesat, tusli administrasi agama provinsi Henan dalam postingan onlinenya.

“Tim kami dapat menemukannya melalui sistem Hajj Chest Electronic Smart Card, yang secara akurat menemukan lokasi spesifiknya di tengah-tengah kerumunan Haji, dan mengamankannya,” kata administrasi agama.

Umat Islam berupaya setidaknya melakukan satu kali perjalanan Haji ke Makkah selama hidup mereka, sebuah tujuan yang tidak banyak Muslim China telah raih. Zenz mengatakan hanya sejumlah kecil Muslim China yang “terpilih” oleh pemerintah Komunis untuk berangkat haji tiap tahunnya.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaGPShajiIslam chinakamp cuci otakkomunismakkahpendidikan ulangpengawasanre edukasismart carduighur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ISIS Culik 36 Perempuan dan Anak-anak dari Sweida, Suriah
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Tangkap Karyawan TV Al-Quds setelah Melarangnya Beroperasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?