Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Overdosis Narkoba Massal di Taman Dekat Universitas Yale

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Agustus 2018 19:11 7:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Agustus 2018 17:38
Bagikan
Overdosis massal di New Haven Green Park, taman dekat Universitas Yale
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 40 orang mengalami overdosis di sebuah taman dekat Universitas Yale, dan seorang pria telah ditangkap berkaitan dengan kasus tersebut, kata pihak kepolisian.

Aparat berwenang mengatakan kasus-kasus pertama dilaporkan terjadi dekat Universitas Yale di Connecticut, Amerika Serikat, pada Selasa malam (14/08/2018). Sebagian dari orang-orang itu dalam kondisi kritis ketika ditemukan petugas. Mereka diyakini mengkonsumsi K2, narkoba sintetis yang dipasarkan mirip dengan ganja alias mariyuana.

Berkaitan dengan kasus-kasus itu seorang pria ditangkap pada hari Rabu (15/8/2018), lapor NBC News Connecticut seperti dilansir BBC.

Baca: Di Pengadilan AS El Chapo Mengaku Tak Bersalah Menjalankan Kerajaan Narkoba

Dr Kathryn Hawk, seorang dokter di unit gawat darurat Yale New Haven Hospital, mengatakan bahwa narkoba yang dikonsumsi orang-orang itu mengandung fentanyl. Namun, polisi belum mengkonfirmasi hal tersebut.

Selasa malam petugas tanggap darurat dipanggil untuk merespon tiga kasus overdosis di New Haven Green Park, taman dekat Universitas Yale.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Delapan belas orang pingsan pada Rabu pagi dalam kurun 3,5 jam, kata petugas. Sebagian ditemukan dalam kondisi pingsan, sebagian lainnya muntah-muntah atau menunjukkan gejala overdosis lain.

Naxolone, obat yang biasa digunakan untuk mengatasi overdosis di unit gawat darurat, rupanya tidak efektif mengatasi kasus-kasus tersebut.

Ironisnya, peristiwa overdosis massal ini terjadi beriringan dengan laporan Centers for Disease Control (CDC) tentang angka kematian di Amerika Serikat akibat overdosis narkoba yang dirilis hari Rabu.

Baca: Para Agen Badan Anti-Narkoba Amerika Berpesta Seks Didanai Gembong Narkoba

Menurut laporan itu, narkoba –khususnya fentanyl— sekarang menjadi penyebab kematian terbanyak di AS dibanding HIV, tabrakan kendaraan dan kematian akibat letusan senjata api.

Fentanyl disetujui lembaga berwenang sebagai obat anastesi dan penghilang rasa sakit. Namun, karena penjualannya mendatangkan keuntungan yang banyak, para pengedar narkoba gencar memasarkannya.

Menurut CDC, antara tahun 2015 dan 2016 angka kematian akibat overdosis fentanyl di Amerika Serikat naik dua kali lipat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fentanylnarkobaobat terlarangOverdosisUniversitas Yale
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Libya Tutup Jembatan yang Dirancang oleh Arsitek Jalan Layang Genoa yang Ambruk
Tulisan selanjutnya Putra Syeikh al ‘Audah Berharap Pemerintah Saudi Bertangjungjawab Kondisi Ayahnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?