Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pendeta Katolik di Jerman Mencabuli Ribuan Anak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 September 2018 10:30 10:30 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 September 2018 10:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari setengah korban pencabulan oleh para rohaniwan gereja di Jerman adalah anak di bawah usia 13 tahun dan kebanyakan laki-laki, demikian menurut sebuah laporan teranyar yang mengkaji dokumentasi kasus yang terjadi selama lebih dari 60 tahun.

Sebuah studi yang digagas oleh Konferensi Uskup Jerman mengkaji 3.677 kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh para rohaniwan gereja di seantero negeri, lapor majalah Der Spiegel hari Rabu (12/9/2018) seperti dilansir DW. Universitas Giessen, Heidelberg dan Mannheim terlibat dalam penelitian itu, yang mengkaji kasus pelanggaran seksual yang melibatkan 1.670 dari tahun 1946 sampai 2014.

Laporan ini dipublikasikan di tengah-tengah munculnya tuduhan terhadap Gereja Katolik di seluruh dunia yang dituding menutup-nutupi kasus pencabulan oleh para rohaniwan.

Hasil studi menunjukkan korban pencabulan rohaniwan Katolik di Jerman kebanyakan adalah lelaki dan lebih dari setengahnya berusia 13 tahun ke bawah. Satu per enam kasus melibatkan aksi pemerkosaan dan tiga per empat kasus korban dan pelaku saling mengenal melalui gereja.

Uskup Stephan Ackermann atas nama Konferensi Uskup Jerman mengatakan bahwa tujuan dari studi itu adalah untuk menyoroti “sisi gelap dari gereja kita, demi kepentingan para korban dan juga bagi kepentingan kami sendiri guna melihat kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dan mengambil semua tindakan yang diperlukan guna mencegahnya terulang kembali.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan tersebut mewanti-wanti bahwa jumlah kasus yang sebenarnya melebihi dari apa yang disebutkan dalam hasil studi tersebut. Koran Die Zeit melaporkan bahwa para peneliti tidak diperbolehkan menelusuri kasus dengan melihat dokumen asli yang dimiliki gereja, melainkan mereka terbatas mengkaji berkas-berkas dan informasi yang hanya disodorkan oleh pihak keuskupan.

Tidak hanya itu, di dalam banyak kasus file berisi informasi tentang si penuduh banyak yang “dimusnahkan dan dimanipulasi” sehingga sulit bagi peneliti untuk mengkaji secara mendalam kasus pelanggaran seksual yang terjadi sesungguhnya.

Meskipun demikian, laporan itu menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk tidak meyakini bahwa pelanggaran seksual terhadap anak-anak oleh rohaniwan-rohaniwan Gereja Katolik benar terjadi. Pencabulan itu benar adanya terjadi di masa lalu dan terus kembali terjadi setidaknya sampai tahun 2014, batas akhir tahun cakupan penelitian.

Kasus pedofilia oleh pendeta Katolik di Jerman pertama kali mengemuka pada tahun 2010, ketika seorang kepala sekolah Yesuit di Berlin berbicara ke publik perihal pelanggaran seksual yang terjadi selama puluhan tahun di sekolah itu oleh para rohaniwan terhadap anak-anak didiknya. Pengungkapan ini memicu banyak korban lain dalam kasus yang melibatkan rohaniwan gereja ikut berbicara, sehingga menimbulkan kehebohan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wanita Indonesia Dipulangkan KJRI Jeddah, 24 Tahun Bekerja dan Mengidap Kanker
Tulisan selanjutnya Hampir 2 Juta Penduduk Amerika Diperintahkan Mengungsi Menjelang Badai Florence

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?