Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Abaikan China, Malaysia Bebaskan Tahanan Uighur atas Dasar Kemanusiaan

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2018 06:22 6:22 am
Ahmad
Dipublikasikan 16 Oktober 2018 06:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Malaysia membebaskan 11 tahanan Muslim etnis Uighur yang melarikan diri dari Pusat Penahanan di Thailand selatan tahun lalu.

“Mereka tidak melakukan kesalahan di sini, jadi mereka dibebaskan,” ujar Perdana Menteri Mahathir Mohamad sebagaimana dikutip Reuters, Senin (15/10/2018).

Ini adalah pernyataan pertama dari pejabat Malaysia terkait pembebasan yang dilaporkan sudah dilakukan sejak pekan lalu, dengan mengabaikan tekanan pemerintah Komunis China.

Reuters, mengutip para pengacara, melaporkan pekan lalu bahwa Malaysia menolak permintaan China agar menyerahkan 11 tahanan ke Beijing.

Baca:  Mahathir Ingin ‘Tembok Besar Kuantan China Dihancurkan

Langkah Malaysia kemungkinan akan membuat hubungan bilateral dengan China semakin tegang. Sebelum ini, Dr Mahathir membatalkan proyek senilai lebih dari US $ 20 miliar (senilai US $ 27 miliar) dengan perusahaan China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Malaysia memutuskan untuk memulangkan kesebelas orang itu ke Turki karena mereka mengaku sebagai warga negara pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan tersebut.

Kesebelas Muslim Uighur itu adalah bagian dari 200 orang yang ditahan ketika masuk ke Thailand pada 2014 lalu.

Meski kebanyakan dari mereka mengaku sebagai warga Turki, sekitar 100 orang di antaranya dipaksa kembali ke China pada 2015, memicu kecaman internasional karena pemerintahan Beijing dianggap represif terhadap Uighur.

Jaksa Malaysia telah menarik dakwaan terhadap mereka atas dasar kemanusiaan, menurut pengacara yang mewakili Muslim Uighur.

Reuters melaporkan pada Februari Malaysia berada di bawah tekanan besar dari Beijing yang menyerukan 11 tahanan untuk diekstradisi ke China. Beberapa delegasi Barat telah mencoba membujuk Malaysia untuk tidak memenuhi permintaan China, yang banyak menganiaya etnis Muslim Uighur.

Baca: Memetakan Kamp Penahanan Xinjiang China bagi Muslim Uyghur dan Kazakh

Beijing menuduh separatis dari minoritas Uighur mencoba melancarkan serangan terhadap mayoritas di wilayah Xinjiang barat dan beberapa tempat lain.

China dituduh menyalahgunakan hak-haknya di Xinjiang, menyiksa tahanan Uighur dan melakukan kontrol ketat atas agama dan budaya mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan, dan mungkin ribuan, etnis Uighur melarikan diri melalui Asia Tenggara ke Turki.

Anwar Ibrahim, baru-baru ini menyerukan pembicaraan formal dengan China mengenai penindasan terhadap minoritas Muslim. Anwar mengatakan pemerintah mengangkat masalah dengan Beijing, yang melihat Uighur sebagai masalah internal. Dia juga mengkritik pemerintah negara-negara Muslim yang diam atas diskriminasi China terhadap etnis Uighur.

“Mereka takut. Tidak ada yang mau mengatakan apa-apa,” katanya Anwar dikutip AsiaNews.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IKAMI: Persekusi Habib di Bandara Manado Melanggar Hukum
Tulisan selanjutnya BNPB: Literasi Bencana Kita Masih Minim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Berita
28 September 2026 06:00
Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Ustadz Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet

Terbaru

  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan
  • Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India
  • Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya
  • Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam
  • Kopilot Pelaku Serangan di Pesawat Flydubai Tujuan Tel Aviv Pernah Dilarang Terbang di Oman
  • Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas
  • “Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim
  • Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf
  • Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?