Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Libya Menolak Pusat Penanganan Migran Usulan Uni Eropa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2018 10:18 10:18 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Oktober 2018 10:18
Bagikan
Perahu karet migran terapung-apung di Laut Mediterania.
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri Libya mengatakan negaranya menolak usulan Uni Eropa perihal pendirian pusat penanganan migran di luar wilayah UE.

Rencana itu dibuat oleh para pemimpin Uni Eropa pada bulan Juni seiring dengan permintaan Italia agar kontrol migrasi lebih diperketat.

Namun, Menlu Mohamed Al-Taher Siala mengatakan kepada salah satu koran Austria bahwa semua negara Afrika Utara menolak ide tersebut, lapor BBC Jumat (19/10/2018).

Siala adalah menteri luar negeri pemerintah Libya dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dikenal sebagai Government of National Accord (GNA). GNA menguasai ibukota Libya, Tripoli, tetapi wilayah lainnya di Libya banyak dikuasai oleh kelompok-kelompok bersenjata yang saling berebut kekuasaan usai kematian Muammar Qadhafi.

Pada bulan Juni, Uni Eropa mengusulkan didirikannya pusat penanganan migran di Afrika Utara di mana PBB dan badan lainnya dapat menyaring siapa saja yang sejatinya layak mengajukan permohonan suaka di Eropa. Bagi mereka yang dianggap tidak layak akan diberikan bantuan untuk dimukimkan kembali di negara asalnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rencana itu menurut Uni Eropa untuk menghentikan praktek penyelundupan manusia.

Usulan itu digodok UE setelah Italia melakukan protes, sebab negaranya kerap dijadikan batu loncatan para migran Afrika untuk masuk ke Eropa melalui jalur laut.

Menurut data PBB, lebih dari 1.700 migran tewas selama tahun 2018 saat berusaha menyeberang ke Eropa melalui Laut Tengah (Laut Mediterania).

“Seluruh negara Afrika Utara menolak usulan ini, Tunisia, Aljazair, maroko dan juga Libaya,” kata Siala kepada koran Die Presse.

Dia memperkirakan sekitar 30.000 migran ilegal saat ini ditahan di pusat-pusat detensi di Libya. Dia mengatakan pemerintahnya bekerja sama dengan UE berusaha memulangkan mereka ke negara asalnya, tetapi “sayangnya, sebagian dari negara-negara itu –kebanyakan negara Afrika Barat– menolak untuk menampung mereka kembali.”

Siala menambahkan, saat ini Libya sedang berusaha meningkatkan pengamanan di sepanjang perbatasannya dengan membuat kesepakatan dengan Chad, Niger dan Sudan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Bahasa Burung” Warga Kuşköy yang Terancam Punah [1]
Tulisan selanjutnya “Bahasa Burung” Warga Kuşköy yang Terancam Punah [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?