Hidayatullah.com–Menteri industri dan jalan Iran telah mengundurkan diri, dalam keberangkatan terakhir dari pemerintah Presiden Hassan Rohani.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs web presiden 20 Oktober, Hassan Rouuhani berterima kasih kepada Menteri Perindustrian Mohammad Shariatmadari dan Menteri Jalan Abbas Akhoundi atas “pelayanan tanpa pamrih” mereka dan “upaya tulus.”
Kedua menteri dilaporkan menyerahkan pengunduran diri mereka lebih dari sebulan yang lalu ketika anggota parlemen bersiap-siap untuk dengar pendapat sidang impeachment (pemakzulan), tulis Reuters.
Menteri tenaga kerja dan ekonomi Rouhani dipaksa mengundurkan diri pada bulan Agustus, dengan anggota parlemen marah atas penanganan krisis ekonomi negara mereka.
Krisis telah memicu Iran yang didorong oleh keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi ekonomi.
Keputusan AS untuk menarik diri dari kesepakatan itu telah memberi tekanan besar pada Rouhani, yang telah melobi keras untuk kesepakatan itu meskipun ada perlawanan dari garis keras Iran.
Bulan Agustus lalu, parlemen memanggil Hassan Rouhani dalam sebuah rapat dengar pendapat untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang pertumbuhan ekonomi yang lemah dan kenaikan harga di Negeri Para Mullah.
Baca: Pemogokan Pengemudi Truk Iran Menyebar ke Semua Propinsi
Parlemen juga tengah berusaha menyeret Rouhani ke pengadilan negara, dengan tudingan bertanggung jawab atas krisis ekonomi yang tengah melanda Iran sepanjang tahun ini.
Para anggota parlemen bertanya kepada Rouhani tentang kegagalan pemerintah dalam mengatasi peningkatan pengangguran, pertumbuhan ekonomi yang lambat, dan jatuhnya mata uang negara, serta operasi penyelundupan lintas batas yang membebani pendapatan.
Pemanggilan Rohani ini merupakan kali pertama yang terjadi selama lima tahun berkuasa, kutip AFP.*