Hidayatullah.com—Selama ini pengelola masjid hanya menjadikan Rumah Allah sekedar tempat ibadah, tetapi di Negara bagian Perak, Malaysia, lain. Dengan ide kreatif masjid dapat dimanfaatkan menjadi aktivitas pertanian.
Ide ini digagas oleh tim staf Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cabang Perak, Kampus Seri Iskandar yang mengembangkan proyek kebun sayur hijau dan memanfaatkan ruang kosong di dalam area masjid.
Anda tidak hanya dapat mengarahkan masjid, hasil kebun sayur yang disebut taman daur ulang yang dapat dikembangkan di Masjid As Siddiq, Taman Seri Iskandar Perdana, Seri Iskandar di Perak juga bermanfaat bagi masyarakat dan publik.
Kebun ini dibudidayakan dengan berbagai sayuran seperti kesum, serai, daun bawang, pandan, musk lemon, cabai, buket, batang, jeruk nipis dan rosemary yang merupakan sejenis tanaman berkayu yang berasal dari Mediterranian.
Baca: Melebihi Dugaan, Pelatihan Masjid Mandiri di Istiqlal Diikuti Ribuan Peserta
Dosen Jurusan Arsitek Lansekap sekaligus pemimpin proyek Nur Hanim Ilias mengatakan taman itu adalah proyek komunitas universitas dengan kariah masjid dengan kerjasama dari beberapa instansi pemerintah.
Menurut dia, itu dikembangkan melalui dana Pusat Transformasi Masyarakat Universitas (UCTC) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi (KPT) di atas tanah seluas 200 meter persegi di dalam masjid yang dimulai pada 1 November 2016 dan pekerjaan konstruksi pada Maret tahun lalu dan pengelolaan taman telah diserahkan seluruhnya ke masjid pada 31 Oktober lalu.
“Meskipun demikian, kerja sama ini masih terus berlangsung melalui bantuan, saran dan keahlian dalam pengelolaan masjid dan upaya masjid terus dipuji,” katanya ketika ditemui di masjid baru-baru ini.
Nur Hanim mengatakan tujuan utama dari proyek ini adalah untuk memanfaatkan keahlian dan berbagi pengetahuan untuk kenyamanan masyarakat setempat serta untuk membina hubungan dengan masyarakat.
“Kami juga menggunakan inovasi dengan metode panen hujan dengan air hujan yang mengalir dari atap masjid yang disalurkan langsung ke tangki khusus yang disediakan sebagai sumber air untuk tanaman yang memfasilitasi masjid juga.
“Taman ini juga menggunakan barang-barang bekas seperti botol sebagai vas atau wadah tanaman untuk sayuran dan pelek sepeda untuk kru yang dimodifikasi menurut kreativitas agar lebih menarik,” katanya dikutip Harian Metro.
Bahkan, hasil panen juga terbuka untuk masyarakat lokal dan pemilihan masjid karena merupakan pusat utama di daerah di mana masyarakat aktif dan ada potensi untuk dikembangkan.
“Masjid-masjid dan mereka menggunakan tanaman ini sebagai bahan dasar memasak jika ada upacara dan sejauh ini umpan balik yang diterima juga sangat menggembirakan.
“Bahkan, taman ini sering menjadi lokasi wisata universitas lain yang datang ke kampus kami dan secara tidak langsung upaya ini dapat disorot di tempat lain,” katanya.
Menurutnya, pada saat yang sama, taman itu membuktikan bahwa tanaman sayuran juga bisa menciptakan bentang alam yang menarik yang dapat mempercantik kawasan meski ruangnya terbatas.*