Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Komunitas Yazidi Gugat Pemerintah Jerman ke Pengadilan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Mei 2019 17:02 5:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Mei 2019 17:05
Bagikan
[Ilustrasi] Pengungsi Irak dari komunitas Yazidi berkumpul untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan di perbatasan Suriah-Irak, di pos perbatasan Feeshkhabour, Irak, Ahad (10/05/2014).
Bagikan

Hidayatullah.com–Yazidi Women’s Council mengajukan gugatan hukum ke pengadilan atas menteri kehakiman dan dalam negeri Jerman, dengan tuduhan menghalangi proses hukum, lapor media di Jerman seperti dilansir DW Selasa (28/5/2019).

Kelompok itu menuding pemerintah Jerman gagal menyeret ke meja hijau para pendukung milisi ISIS yang ditahan oleh pasukan-pasukan Kurdi di bagian utara Suriah.

Ratusan anggota ISIS dan keluarga mereka saat ini berada dalam tawanan orang-orang Kurdi. Persoalan tentang bagaimana mengatasi mereka merupakan masalah rumit bagi negara-negara Eropa termasuk Jerman.

Menurut informasi yang dikutip lembaga penyiaran publik NDR dan WDR sedikitnya ada 74 warga Jerman yang ditawan Kurdi Suriah saat ini. Kantor Kejaksaan Federal memiliki 21 surat perintah penangkapan untuk individu-individu yang dituduh mulai dari mendukung kelompok teroris sampai melakukan kejahatan perang.

YMC menuduh pemerintah di Berlin menghalangi proses hukum karena menolak tawaran pasukan Kurdi yang bersedia melepaskan mereka untuk diadili di Jerman.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam gugatannya komunitas Yazidi itu menyebut secara khusus Menteri Kehakiman Katarina Barley dan Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan kepada NDR dan WDR bahwa semua warga negara Jerman berhak kembali pulang ke Jerman dan diadili di negaranya sendiri. Akan tetapi dalam masalah ini, Jerman dan Prancis telah memutuskan untuk mempersilahkan negara di mana kejahatan oleh anggota atau penyokong ISIS dilakukan untuk mengadili dan menghukum mereka selama para tersangka atau terdakwa mendapatkan akses untuk menghubungi petugas konsuler negara asalnya dan tidak akan menghadapi hukuman mati.

Beberapa orang Jerman sudah diadili di Iraq, tetapi situasinya lebih rumit di Suriah. Jerman tidak memiliki hubungan resmi dengan penguasa Kurdi Suriah dan keputusan hukum apapun yang dikeluarkan oleh entitas itu akan dianggap invalid di mata hukum internasional.

Pada tahun 2014, kelompok bersenjata ISIS menyerbu desa-desa Yazidi di bagian utara Iraq, membunuh ribuan orang. Kabarnya sekitar 7.000 wanita dan anak perempuan Yazidi diculik dan dijadikan budak. Sejumlah warga negara Jerman terlibat dalam perbuatan yang bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang itu.

Yazidi merupakan kelompok masyarakat berbahasa Kurdi yang memiliki kepercayaan monotheistik campuran dari ajaran Zoroaster (penyembah api), Kristen dan sedikit Islam. Yazidi merujuk pada agama mereka, bukan etnis atau suku. Umumnya, orang Yazidi di luar negerinya mengidentifikasikan diri sebagai penganut Kristen. Orang-orang Yazidi menyebut agama mereka lebih tua dari agama samawi Yahudi, Kristen dan Islam. Kebanyakan orang Yazidi secara turun temurun tinggal di daerah yang disebut Kurdistan, yang sekarang mencakup sebagian wilayah Turki, Suriah, Iraq dan Iran. Sejak berbagai peperangan berkecamuk di kawasan tempat tinggal mereka, orang Yazidi banyak yang memilih mengungsi ke berbagai negara Eropa, termasuk ke Armenia, Georgia dan Rusia. Sekitar 150.000 orang Yazidi sekarang ini menjadikan Jerman sebagai tempat tinggalnya, jumlah itu merupakan yang terbanyak di Eropa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ISISJermanKurdi SuriahKurdistanYazidi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Menag KH Tholhah Hasan Wafat, Santrinya Berduka
Tulisan selanjutnya Masjid di Somaliland Diminta Kecilkan Atau Matikan Pengeras Suara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?