Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Banyak Polisi Terluka Saat Mendeportasi Migran Keluar Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Agustus 2019 17:10 5:10 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Agustus 2019 07:55
Bagikan
Migran Afghanistan di Jerman memprotes deportasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Orang-orang asing yang akan dideportasi dari Jerman menendang, menonjok para petugas kepolisian, terlibat dalam kekerasan “yang sudah direncanakan”, dan bahkan menggigit lidahnya sendiri agar tidak jadi dipulangkan ke negara asal mereka. Demikian menurut hasil laporan terbaru.

Tahun lalu, 284 petugas diserang saat melaksanakan deportasi, dan 71 di antara mereka terluka, lapor koran Jerman Welt am Sonntag hari Ahad (4/8/2019) mengutip Kepolisian Federal, seperti dilansir RT.

Serangan terjadi saat polisi mengawal para migran yang akan diterbangkan kembali ke asalnya, tugas yang merupakan tanggung jawab kepolisian. Pada tahun 2017, sekitar 274 petugas diserang saat berusaha mendeportasi migran.

Polisi tidak memerinci separah apa luka yang dialami petugas, dan laporan itu juga tidak menyebut seperti apa situasinya ketika perlawanan itu terjadi.

Dalam satu kasus belum lama ini di Munich, disebutkan bahwa seorang petugas terjatuh dan pecah tempurung lututnya ketika seorang migran berusia 26 tahun asal Sierra Leone panik saat menaiki tangga pesawat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam sejumlah kasus lain migran bertindak lebih brutal. Ernst Walter, ketua asosiasi petugas kepolisian yang sering bertugas mengawal penerbangan deportasi, mengatakan kepada koran tersebut bahwa polisi sering menerima pukulan, tendangan bahkan benturan kepala saat menjalankan tugas.

Seorang polisi mengatakan bahwa temannya mengalami lecet, lebam dan patah pergelangan tangan. Tidak hanya itu, polisi juga rentan penularan penyakit. Pasalnya, sebagian orang yang dideportasi adalah pecandu narkoba dan mengidap infeksi, yang tidak jarang menggigit petugas. Dalam satu kasus, seorang migran menggigit secuil bagian lidahnya hingga berdarah lalu meludahkan darahnya ke petugas pengawal.

Sebagian migran yang akan dideportasi bahkan “berlatih dulu tindak kekerasan yang akan mereka lakukan”. Total ada 1.637 deportasi yang dihentikan karena “aksi perlawanan orang-orang yang akan dideportasi.

Menurut Armin Schuster, seorang anggota parlemen senior partai petahana Uni Kristen Demokrat (CDU), “perilaku agresif itu berhasil” sebab pihak maskapai penerbangan dan pilot kerap menolak membawa penumpang yang berperilaku buruk.

Menurut data pemerintah yang dikutip media Jerman, sekitar 23.600 orang yang ditolak permohonan suakanya dideportasi pada tahun 2018. Pada periode yang sama, sekitar 31.000 deportasi gagal dilakukan karena berbagai alasan, kebanyakan karena tidak lengkapnya dokumen perjalanan.

Sampai akhir 2018, terdapat 236.000 orang asing yang tinggal di Jerman dengan status “harus meninggalkan negara itu”, kebanyakan adalah pendatang yang ditolak permohonan suakanya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:deportasiJermanmigranpolisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kurangi Ketergantungan Terhadap Jepang, Korsel Pacu Swasembada Material Produk Teknologi
Tulisan selanjutnya Gigolo di Belanda Menuntut Persamaan Hak dengan Pelacur Wanita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Berita
20 Juli 2026 12:51
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?