Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Kesehatan Jerman: Tak Punya Anak Harusnya Bayar Pajak Lebih

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 November 2018 18:47 6:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 November 2018 18:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Orang-orang yang tidak memiliki keturunan seharusnya membayar pajak lebih banyak lewat skema pensiun dan perawatan jompo dibanding mereka yang berkeluarga (memiliki anak), kata Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn hari Jumat (9/11/2018).

Dalam tulisan opini tamu di koran Südwest Presse, Spahn meminta agar orang memikirkan ulang sistem yang berlaku saat ini.

“Dalam sistem pay-as-you-go, manula menerima uang dari generasi muda –bahkan meskipun mereka adalah anak dari orang lain,” tulis Spahn seperti dilansir DW. Spahn menambahkan bahwa dirinya berbicara sebagai “orang yang tak memiliki keturunan” dan “bersedia memberikan kontribusi finansial lebih demi kelangsungan sistem” ketika berada di masa sulit.

Baca juga: Tak Mampu Beli Daging Kakek Pensiunan di Berlin Berburu Celeng

Ide Spahn itu mendapat kecaman dari Menteri Ketenagakerjaan Hubertus Heil, yang menyebut ide tersebut aneh dan bertujuan “menghukum orang yang tidak memiliki keturunan, terutama karena kebayakan kasus orang tidak memiliki anak bukanlah suatu keadaan atau tindakan sukarela.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Saat ini tidak ada perbedaan dalam pembayaran pensiun. Namun, orang yang berusia antara 23 dan 64 tahun sudah membayar dana lebih banyak 0,25 persen dalam skema asuransi (pensiun) jangka panjang dibanding mereka yang memiliki anak.

Spahn mengatakan bahwa memang seharusnya begitu, dan akan lebih baik jika orang yang tak memiliki keturunan bersedia membayar lebih banyak lagi.

Spahn berdalih pemerintah perlu membuat sistem yang “adil bagi semua generasi.” Gagasannya itu justru lebih dibutuhkan lagi apabila Jerman menghadapi masalah menurunnya jumlah orang muda. Apa jadinya jika sepertiga orang Jerman berusia di atas 60 tahun sementara kurang dari seperlima yang berusia di bawah 20 tahun, kata Spahn.

Menteri Heil yang kurang setuju dengan gagasan Spahn menyarankan agar dicari jalan lain. Misalnya, orang-orang yang sangat kaya diminta memberikan kontribusi dana pensiun jauh lebih banyak.

Sementara itu juga pada hari Jumat, parlemen Jerman Bundestag menyetujui paket miliaran euro untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor perawatan orang jompo, yang sekarang tersedia 35.000 lowongan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Move On”, Ketika Musisi, Atlet, dan Geng Motor Hijrah
Tulisan selanjutnya Prancis Buru Pengemplang Pajak di Media Sosial

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?