Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bom Mematikan telah Menewaskan 50 Orang di Afghanistan

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 November 2018 13:56 1:56 pm
Ahmad
Dipublikasikan 21 November 2018 13:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bom mematikan  terjadi di Kabul, Afghanistan menewaskan 50 orang tewas  di Kabul, Afghanistan.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Najib Danish mengatakan, teror tersebut berlangsung ketika para cendekiawan berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Peristiwa ledakkan bom ini juga menewaskan tiga pejabat pemerintahan.

“Seorang pembom bunuh diri meledakkan bomnya di dalam aula pernikahan tempat para cendekiawan Islam berkumpul untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad,” kata Danish, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (20/11/2018).

Baca: Pulang dari Turki Wapres Afghanistan Abdul Rashid Disambut Bom

Beberapa saksi mata mengatakan pelaku bom bunuh diri masuk ke gedung, menuju bagian tengah, dan meledakkan diri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pengajar studi keagamaan, Mohammad Hanif, mengatakan bunyi ledakan amat memekakkan telinga dan “semua orang di lokasi pertemuan menjerit minta tolong”.

Teror tersebut berlangsung ketika para cendekiawan berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ

Sejumlah foto yang diabadikan setelah ledakan berlangsung menunjukkan para korban dengan baju terkoyak dan bersimbah darah, pecahan kaca, serta mebel yang berjatuhan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Umum, Wahid Majrooh dikutip The New York Time mengatakan selain mereka yang terbunuh, setidaknya 75 orang terluka dalam ledakan di Gedung Pernikahan Uranus, dekat bandara internasional Kabul.

Ini adalah serangan paling berdarah terbesar pertama di Ibu Kota Afghanistan sejak serangan bom kembar  di sebuah klub gulat pada bulan September yang membunuh setidaknya 30 pegulat selama sesi pelatihan, yang dituduhkan pelakunya ISIS.

Baca:   Bom Meledak dekat Pertemuan Ulama, 7 Terbunuh, 2 Luka

Pemilihan Parlemen bulan lalu memicu gelombang mematikan kekerasan di seluruh negeri, dengan ratusan orang terbunuh atau terluka dalam serangan jajak pendapat yang terkait.

Hal ini tidak pertama kalinya bahwa ulama telah ditargetkan oleh militan di negara sangat religius.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengecam keras serangan itu dan menyatakan hari Rabu sebagai hari berkabung nasional,” juru bicara presiden Afghanistan, Haroon Chakhansuri, menulis di Twitter.

Dikutip Reuters, kelompok Taliban mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “orang-orang kami tidak terlibat dalam ledakan Kabul dan kami mengutuk hilangnya nyawa manusia”.

Sangkalan Taliban itu memperkuat kecurigaan bahwa pemboman itu mungkin perbuatan ISIS cabang Afghanistan, yang dikenal sebagai IS Khorasan Province atau ISK-P.

Pada bulan Juni, serangan bunuh diri yang menargetkan para cendekiawan Muslim yang berkumpul di sebuah tenda dekat Universitas Politeknik Kabul menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Baca: Pembantaian 100 Santri Tahfizh Qur’an di Kunduz Picu Kemarahan Massal

Pasukan keamanan Afghanistan telah mencegah serangan kelompok militan sejak pasukan tempur NATO mundur pada tahun 2014.

Meskipun upaya diplomatik untuk mengakhiri perang 17 tahun, dalam beberapa bulan terakhir situasi keamanan telah memburuk dengan tajam.

Laporan yang dikeluarkan pemerintah menyebutkan, Kabul kini hanya menguasai 56 persen wilayah Afghanistan, turun 72 persen pada 2015, menurut AS.

Negeri yang dikenal kaya gunung dan kaya sumber daya alam di Asia Selatan ini terus bergejolak sejak Amerika Serikat (AS) bersama sekutunya melakukan invasi tahun 2001 dan ikut campur urusan politik dalam negeri.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistanbominvasi ASmaulid nabiNATOTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polusi Udara Telah menjadi Pembunuh Utama di Dunia
Tulisan selanjutnya Trump Bela Saudi meski Ada Keterlibatan Pembunuhan Khashoggi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?