Hidayatulah.com–Open Society Foundation (OSF), sebuah yayasan milik miliarder George Soros menghentikan operasi di Turki, beberapa hari setelah Presiden, Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pernyataan organisasi itu mencoba memecah belah negara.
Erdogan juga mengklaim bahwa Soros mendukung tahanan keuangan dan tahanan Turki yang dipenjara, Osman Kavala, yang mencoba memicu kembali protes Gezi.
“Kavala yang membiayai teroris selama insiden Gezi telah dipenjara. Dan siapa di belakangnya? Soros, seorang Yahudi Hungaria yang terkenal.
“Dia adalah orang yang mengarahkan orang lain untuk membagi orang dan menghancurkan mereka. Ya, dia punya banyak uang dan dia menggunakan kekayaannya untuk tujuan itu, “kata Erdogan.
Baca: Selain George Soros, Sejumlah Tokoh Amerika Dikirim Paket Bom
Sementara itu pihak yayasan mengatakan bahwa “penyelidikan baru” mencoba menghubungkannya dengan protes Gezi.
“Upaya ini tidak baru dan mereka berada di luar kenyataan,” katanya dikutip laman The Guardian.
Yayasan mengatakan akan mengajukan likuidasi hukum operasinya sesegera mungkin.
Pada saat yang sama, kementerian di Turki menegaskan, untuk membuktikan bahwa yayasan milik Soros adalah dalang dalam protes anti-pemerintah, Gezi 2013, dianggap sebagai salah satu tantangan politik terbesar pada masa pemerintahan Erdogan.
Menurut Dana Moneter Nasional tahun lalu, OSF adalah yayasan terkaya kedua di Amerika Serikat setelah Bill & Melinda Gates Foundation, yang memiliki dana US $ 40 miliar.*