Hidayatullah.com—Penanggungjawab kelompok oposisi di benteng terakhir Suriah di Idlib menyerahkan seorang anak perempuan berusia empat tahun kepada ibunya seorang warga Belgia hari Senin (26/11/2028) perselisihan hak asuh menyusul kematian ayahnya.
Koresponden AFP melihat seorang gadis bernama Yasmine, mengenakan mantel merah muda cerah dan memegang boneka beruang, dibawa ke perbatasan Turki untuk melihat ibunya.
Pengajuannya diawasi oleh cabang publik dari Aliansi Hai’at Tahrir al-Syam (HTS) yang berpengaruh yang dipimpin oleh mantan pejuang yang pernah berafiliasi pada Al-Qaeda di Suriah.
“Yasmine diserahkan hari ini kepada ibunya dari Belgia, Hajer, setelah perebutan diselesaikan antara penjaganya di sini dan ibunya,” ujar Fawaz Hilal, kepada AFP.
Baca: Lima Fraksi Pejuang Suriah Membentuk Hai’ah Tahrir al-Syam
“Ada komunikasi dengan pihak berwenang Turki untuk menyerahkan bocah itu kepada ibunya di Turki,” katanya.
Ibrahim Shasho, anggota lain dari pemerintahan kelompok pembebasan ini, dengan mengatakan sang ibu “mengajukan petisi untuk hak asuh putrinya setelah kematian ayahnya.”
“Teman-teman” sang ayah terus menjaga Yasmine sejak kematiannya dan bersikeras dia ingin tetap dalam perawatan mereka, kata Shasho, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang identitas mereka.
Baca: Tak Ingin Ganggu Kesepakatan Turki – Rusia, HTS akan Tetap Pilih Jalan Jihad
“Pihak kehakiman (HTS) sudah meneliti kasus tersebut dan mendukung ibunya,” tambah pria berjanggut, yang membawa anak tersebut dalam konferensi pers.
Pihak berwenang tidak menyatakan apakah ayah anak itu seorang pejuang, atau kelompok bersenjata yang dia dampingi.
Tidak ada informasi segera dari pihak berwenang Belgia atau Turki.
Baca: Pimpinan Ahrar as-Syam Mengirim Pesan kepada Hai’ah Tahrir as Syam
HTS mengontrol lebih dari separuh wilayah Idlib, tetapi kelompok pejuang jihad lainnya juga berada di wilayah barat laut Turki.
Kelompok oposisi atau pembebasan yang didukung Turki mendominasi banyak wilayah Idlib sejak September telah dilindungi dari serangan rezim besar-besaran oleh kesepakatan penting antara sekutu rezim Rusia dan kelompok pembebasan Turki.
Pada bulan Februari, dua orang Kanada – seorang pria dan seorang wanita – dibebaskan ke otoritas Turki setelah ditahan oleh HTS selama beberapa minggu.
Jolly Bimbachi dan seorang teman prianya menyeberang ke Suriah dari Libanon, mencari kedua putranya, katanya kepada AFP.*