Hidayatullah.com–Kejaksaan Agung Turki mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dua orang dekat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) yang dituduh terlibat dalam pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Istanbul.
Kedua orang tersebut, Ahmad al-Assiri dan Saud al-Qahtani dipecat menyusul pembunuhan itu dan kini tengah diperiksa oleh pihak berwenang Arab Saudi. Namun Turki mengatakan tidak yakin Arab Saudi akan benar-benar mengambil tindakan formal terhadap mereka.
Karena itulah Turki mendesak Arab Saudi untuk benar-benar mendukung penyelidikan yang dilakukan negaranya, seperti dikatakan Menteri Luar Negeri, Mevlut Cavusoglu.
“Sampai saat ini, kami dengan sabar menunggu informasi yang diperlukan terkait dengan penyelidikan di Arab Saudi, tetapi sayangnya saya tidak dapat menerima informasi apapun. ,” kata Mevlut Cavusoglu yang berbicara di depan wartawan pada pertemuan Menteri Luar Negeri NATO di Brussels, Belgia dikutip BBC, Kamis (06/12/2018).
“Arab Saudi selalu meminta informasi dari kami. Itu hak mereka. Kami selalu berbagi informasi (dengan mereka) tetapi Arab Saudi perlu terbuka kepada kami dan masyarakat dunia,” lanjutnya.
Baca: Saudi Tolak Permintaan Turki Ekstradisi 18 Pembunuh Jamal Khashoggi
Sementara itu, Komisioner PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet, mengatakan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi memerlukan penyelidikan internasional, bukan hanya investigasi yang dilakukan Saudi dan Turki.
“Kami mendesak dilakukannya penyelidikan internasional, kami mengatakan secara terbuka bahwa penyelidikan Turki dan Saudi tidak akan cukup, kebenaran diketahui dan untuk mencapainya, sebuah penyelidikan internasional diperlukan,” kata Michelle Bachelet.
“Tetapi kami tidak mempunyai mandat, kami tidak bisa melakukan penyelidikan kriminal. Sekarang adalah saatnya bagi negara-negara anggota untuk memutuskan apakah akan melakukan penyelidikan kejahatan,” katanya pula sembari menambahkan bahwa ia telah menyampaikan hal tersebut kepada Sekjen PBB, António Guterres.
Baca: Saudi: Jamal Khashoggi Terbunuh di Konsulat Istanbul setelah Pertikaian
Wartawan Jamal Khashoggi tidak disukai Arab Saudi karena sikapnya yang kritis.
Arab Saudi telah menyatakan 11 orang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, tetapi menolak keterlibatan putera mahkota dalam kasus itu.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sudah mengatakan tidak ada bukti keterkaitan antara para pelaku pembunuhan dengan putra mahkota, dan menekankan pentingnya aliansi Amerika dengan Arab Saudi.
Padahal CIA telah menyimpulkan bahwa Muhammad bin Salman “kemungkinan memerintahkan” pembunuhan Khashoggi.
Mereka memiliki bukti adanya tukar-menukar pesan antara sang Putra mahkota dan Saud al-Qahtani, yang diduga sebagai penanggungjawab aksi pembunuhan terhadap wartawan Saudi itu.
Trump ‘mementingkan hubungan’ dengan Saudi meski ada pembunuhan Khashoggi
Jamal Khashoggi adalah seorang jurnalis terkemuka yang telah meliput berbagai peristiwa besar termasuk invasi Soviet ke Afghanistan dan memunculkan sosok Osama Bin Laden dalam pemberitaan di berbagai media di Saudi.
Selama beberapa dekade, warga negara AS ini memiliki kedekatan dengan keluarga kerajaan Saudi dan juga pernah menjadi penasihat pemerintah.
Namun belakangan dia tidak disukai keluarga kerajaan dan memutuskan untuk mengasingkan diri ke AS pada tahun lalu. Dari negara itu, dia menulis kolom bulanan di Washington Post yang isinya mengkritik kebijakan Mohammad bin Salman, termasuk keterlibatan negara itu dalam perang di Yaman.*