Hidayatullah.com–Pembunuhan terhadap jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2 Oktober ‘direncanakan’, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Selasa.
Berbicara dalam pertemuan kelompok Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di parlemen, Erdogan memberikan rincian tentang penyelidikan Turki terhadap kasus pembunuhan Khashoggi.
“Pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi direncanakan,” kata Erdogan, menambahkan bahwa Turki memiliki bukti kuat bahwa pembunuhan itu direncanakan.
Erdogan menyatakan bahwa sudah pasti bahwa Khashoggi tidak meninggalkan Konsulat Saudi di Istanbul dan tim Saudi melakukan eksplorasi di Hutan Belgrad dan provinsi Yalova sebelum membunuh Khashoggi.
Baca: Parlemen Uni Eropa Desak Penyelidikan atas Hilangnya Khashoggi
Dalam pidatonya, Erdogan juga mengatakan bahwa pemerintah Saudi secara resmi mengakui pembunuhan Khashoggi 17 hari setelah pembunuhannya.
“Konvensi Wina tidak akan mengizinkan pembunuhan ‘brutal’ seperti itu terjadi,” kata Erdogan dikutip Anadolu Agency.
“Imunitas diplomatik, yang merupakan bagian dari Konvensi Wina, akan diperdebatkan,” katanya.
Erdogan menambahkan bahwa semua informasi dan bukti yang telah terungkap sampai sekarang menunjukkan bahwa Khashoggi adalah korban dari pembunuhan brutal.
Secara terpisah, Erdogan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat Khashoggi.
Khashoggi, kolumnis The Washington Post, telah hilang sejak memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Baca: Raja dan Putera Mahkota Saudi Belasungkawa pada Putra Khashoggi
Setelah beberapa hari menyangkal mengetahui keberadaannya, Arab Saudi pekan lalu mengklaim Khashoggi meninggal dalam perkelahian di dalam konsulat.
Tubuhnya belum ditemukan dan Arab Saudi juga tidak menjelaskan narasinya yang terus berubah-ubah soal kasus Khashoggi.
Pada hari Khashoggi menghilang, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat saat dia masih berada di dalam, menurut sumber-sumber kepolisian Turki.
Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.*