Hidayatullah.com—Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) mengaku bersyukur acara Reuni 212 (2 Desember 2018) di Monas berjalan aman dan lancar, meski diakui sempat ada usaha sabotase.
“Syukur Alhamdulilah semua berkat pertolongan Allah Azzawajalla semata dan tentunya dengan washilah kerja keras semua elemen panitia dari semenjak persiapan sampai acara berhasil digelar,” ujar Habib Rizeq Shihab (HRS) saat menerima 14 orang warga Indonesia di kediamannya, di Makkah Al Mukarramah, ba’da Juumat, 7 Desember 2018.
Ia mendengar laporan, bahwa sebenarnya acara di Monas sempat terjadi upaya sabotase dengan ditemukannya 3 bom rakitan pada malam menjelang acara.
“Panitia sempat meminta semua peserta dikeluarkan dari lokasi. Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat itu adalah upaya panitia untuk melakukan penyisiran dan mensterilkan lokasi kegiatan setelah genset rusak karena adanya upaya sabotase,” ujar HRS yang terus mendapat laporan apa yang terjadi di Tanah Air.
Baca: Siaran Ulang Khutbah HRS “Di-Suspend” saat Live Reuni 212
HRS juga bersyukur dengan jumlah peserta Reuni 212, meski acara ini hanya diedarkan melalui media social (medsos) dan tidak digalang secara masif, sebagaimana aksi-aksi sebelumnya.
“Ini menandakan masyarakat sudah melek dan lelah dengan kondisi saat ini antara janji dan kenyataan yang tidak menemukan realisasinya.”
Meski demikian, HRS mengajak umat terus menyampaika informasi kepada warga, yang khususnya sama sekali tidak mengenal media sosial.
Sebelum pertemuan berlangsung kami (penulis) sempat dibriefing petugas yang mengatur pertemuan agar kamera, foto, rekaman tidak boleh digunakan hingga diperkenankan, guna menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca: Munarman: Ada Operasi “Bendera Palsu” Terhadap HRS di Makkah
Keramahan HRS sangat Nampak ketika mempersilahkan tamu rombongan, juga saat menjamu makan siang, dimana HRS ikut membagikan hidangan.

Saat obrolan, HRS menyinggung pentingnya umat memenangkan Pasangan Calon (Paslon) hasil Ijtima Ulama.
“Hal yang harus disadari oleh umat dan harus terus dijaga adalah bahwa Prabowo Sandi lahir dari ijtima Ulama. Karena ia bukan hasil koalisi partai. Partai adalah penggenap washilah yang ada tapi bersatunya umat pada paslon ini karena alasan yang paling mendasar adalah Ijtima Ulama dari berbagai daerah, aliran atau manhaj dan tentu para habaib,” ujarnya kepada warga Indonesia yang bermukim di Saudi ini.
HRS bahkan mengajak pada warga Indonesia agar mampu mengajak yang lain dengan cara door to door dalam menyongsong pergantian kepemimpinan secara konstitusional dengan memenangkan calon yang didukung Ijtima’ Ulama, yani pasangan no 02, Prabowo-Sandi.
“Saya sangat sensitif jika dalam kampanye pasangan ini harus beririsan dengan syariat! Jangan sampai kampanye kita dipenuhi maksiat, atau dangdutan,” tambahnya.
Menurutnya, hal ini dia ingatkan agar hal ini tidak mencederai perjuangan ulama dan tentunya agar mengharapkan pertolongan Allah turun lebih mudah.
Pertemuan berlangsung kurang lebih 2 jam dengan diskusi yang hangat dan sambutan yang ramah.*/Laporan Bang Jay, Makkah al Mukarramah