Hidayatullah.com–Meningkatnya persepsi ketidakamanan menjadi faktor pendorong semakin banyaknya orang yang meminta izin kepemilikan senjata. Sebagian kalangan khawatir Jerman akan berubah seperti Amerika Serikat di mana insiden penembakan yang merenggut nyawa orang tak berdosa marak.
Jerman telah mengeluarkan hampir 600.000 lisensi senjata dasar, yang menunjukkan kenaikan 130 persen sejak tahun 2014, menurut data yang dipublikasikan hari Jumat (7/12/2018) oleh Redaktionsnetzwerk Deutschland (RND) seperti dilansir DW. Pada 2014, hanya 261.332 lisensi yang dikeluarkan.
Dengan lisensi tersebut, warga Jerman dapat membawa pistol gas, pistol suar, dan senjata lain yang tidak ditujukan untuk menghilangkan nyawa.
Kenaikan permintaan lisensi itu antara lain disebabkan meningkatnya perasaan tidak aman di kalangan masyarakat, terutama karena banyaknya serangan teror di Eropa sejak 2015.
Sebagian kalangan khawatir semakin banyak warga yang membawa senjata akan menjadikan situasi semakin buruk.
“Kita harus berhati-hati agar Jerman tidak mengalami seperti kondisi di Amerika,” kata Jörg Radek, wakil ketua persatuan polisi GdP, merujuk maraknya serangan dengan senjata api yang menelan korban nyawa di masyarakat.
“Ada bahaya senjata akan dipakai secara tidak tepat dan pemiliknya justru akan membahayakan diri sendiri,” imbuhnya.
Secara umum, kematian akibat senjata api terus menurun selama satu dekade terakhir di Jerman, menyentuh angka 820 pada tahun 2014. Angka itu kecil dibandingkan kasus serupa di Amerika Serikat pada tahun yang sama, yang mencapai 33.336 kematian.
“Semakin banyak senjata pribadi yang dimiliki tidak akan menambah perasaan aman,” kata Irene Mihalic, jubir faksi Partai Hijau di parlemen Jerman untuk urusan dalam negeri. “Sebaliknya, justru berpotensi meningkatkan konflik menjadi kekerasan.”*