Hidayatullah.com–Jurnalis kelahiran Arab Saudi Jamal Khashoggi, yang dibunuh awal Oktober di konsulat negaranya di Istanbul, bersama wartawan lain yang menjadi korban persekusi terpilih sebagai “Person of the Year” versi Majalah Time, hari Selasa (11/12/2018), dan disebut sebagai “penjaga” kebenaran.
Penghargaan tersebut, diumumkan pada hari Selasa di acara Today NBC, yang memberi penghargaan kepada seseorang atau sekelompok orang yang “paling memengaruhi berita dan dunia” selama tahun lalu.
“Seperti semua karunia manusia, keberanian datang kepada kita pada berbagai tingkatan dan pada berbagai momen,” kata kepala editor TIME Edward Felsenthal dalam sebuah esai menganai pemilihan ini. “Tahun ini kami mengakui empat wartawan dan satu organisasi berita yang telah membayar harga yang mengerikan untuk merebut tantangan saat ini: Jamal Khashoggi, Maria Ressa, Wa Lone, dan Kyaw Soe Oo dan para staf Capital Gazette di Annapolis, Maryland, AS. ”
Baca: Saudi Tolak Ancaman Barat terkait Hilangnya Jurnalis Jamal Khashoggi
Majalah Time, telah memberikan penghargaan “Person of the Year” secara rutin sejak 1927. Tapi, ini untuk pertama kalinya penghargaan diberikan kepada seseorang setelah dia meninggal.
Presiden AS Donald Trump, penerima “Person of the Year” 2016, masih menjadi favorit tahun ini tetapi dia akhirnya menjadi runner-up.
“Mereka adalah perwakilan dari pertarungan yang lebih luas oleh banyak orang lain di seluruh dunia – pada 10 Desember, setidaknya 52 wartawan telah dibunuh pada 2018 – yang mempertaruhkan semua untuk menceritakan kisah tentang waktu kita,” tulis Felsenthal.
Baca: Komunitas Muslim Tionghoa Nobatkan Habib Rizieq Shihab “Man of The Year”
Khashoggi, seorang kritikus terkenal Arab Saudi dan kolumnis untuk Washington Post, tewas tak lama setelah mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul pada awal Oktober untuk mendapatkan dokumen pernikahan. Kematiannya, diduga didalangi oleh tingkat tertinggi pemerintah Saudi, menyebabkan kecaman internasional.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman secara luas dicurigai memerintahkan pembunuhan, dan penilaian CIA menentukan pewaris tahta Saudi itu sering berkomunikasi dengan penasihat dekat yang diyakini telah mengawasi operasi pada hari dimana Khashoggi dibunuh.
Ressa adalah editor Rappler, situs web berita independen di Filipina yang sangat kritis terhadap pemerintah Presiden Rodrigo Duterte.*