Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Saudi Tolak Ancaman Barat terkait Hilangnya Jurnalis Jamal Khashoggi

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2018 17:02 5:02 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Oktober 2018 15:48
Bagikan
Aktivis hak asasi manusia dan para berunjuk rasa memegang foto Jamal Khashoggi, selama protes di luar Konsulat Saudi di Istanbul, Turki 8 Oktober 2018
Bagikan

Hidayatullah.com– Arab Saudi, hari Ahad  membantah ancaman apa pun dalam bentuk tindakan ekonomi atau politik yang dilakukan terhadap negara itu, menyusul hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi.

Sebelumnya, pemerintah Inggris, Jerman, dan Prancis menuntut penyelidikan yang kredibel terhadap hilangnya Jamal Khashoggi, yang terakhir kali terlihat memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018, dan sejak itu, tak tampak lagi batang hidungnya.

Seluruh menteri luar negeri dari ketiga negara mengatakan bahwa jika ada yang ditemukan bertanggung jawab, maka harus diupayakan untuk mendesak tanggapan rinci dari Riyadh.

Menyikapi hal tersebut, seorang pejabat Saudi yang anonim mengatakan kepada kantor berita SPA bahwa “Kerajaan Arab Saudi menegaskan penolakan totalnya terhadap segala ancaman atau upaya untuk melemahkannya baik melalui ancaman untuk menjatuhkan sanksi ekonomi atau penggunaan tekanan politik,” demikian seperti dikutip dari BBC, Senin (15/10/2018).

“Kerajaan juga menegaskan bahwa ia akan menanggapi setiap tindakan dengan tindakan yang lebih besar. Ekonomi Saudi memiliki peran penting dan berpengaruh bagi ekonomi global.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Raja Salman Telpon Erdogan Membahas Hilangnya Jurnalis Jamal Kashoggi

Sebelum ini, pada hari Ahad 14 Oktober malam, Raja Salman menelpon Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan mengucapkan terimah kasih karena telah bersedia membentuk tim gabungan Turki-Saudi untuk menyelidiki hilangnya Jamal Khashoggi.

“Tidak ada yang bisa merusak hubungan kuat Arab Saudi dengan Turki,” kata Raja Salman, seperti dikutip dari media terafiliasi pemerintah Saudi, Arab News.

Pemerintah Kerajaan Inggris, Prancis dan Jerman pada hari Ahad menyerukan “penyelidikan yang kredibel guna menetapkan kebenaran tentang apa yang terjadi, dan – jika relevan – untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas hilangnya Jamal Khashoggi, dan memastikan bahwa mereka ditahan untuk dapat mempertanggungjawabkan.”

Meskipun Arab Saudi telah membantah keras keterlibatannya, laporan menunjukkan Riyadh mungkin berada di belakang penghilangan Khashoggi, dengan Turki menayangkan kecurigaan bahwa wartawan itu mungkin telah dibunuh oleh operasi Saudi, tulis CNBC.

Baca: Penyelidikan Turki, Jurnalis Saudi Terbunuh di Kantor Konsulat Saudi di Istanbul

Tanggal 6 Oktober lalu, pejabat Turki yang berbicara nama dirahasiakan mengatakan kepada The Washington Post dan Reuters bahwa Khashoggi telah ditahan paksa, atau mungkin, tewas di dalam konsulat Saudi di Istanbul. Namun, pejabat itu sejauh ini tidak memberikan bukti atau rincian tentang bagaimana mereka sampai pada kesimpulan tersebut.

Arab Saudi secara keras membantah keterlibatan apa pun dan menyebut klaim yang dilontarkan Turki sebagai “tuduhan keliru.”

Kendati demikian, berbagai media di Turki telah merilis rekaman CCTV yang menunjukkan bahwa Khashoggi memang masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, yang kemudian diikuti oleh belasan orang yang diduga pejabat diplomatik Saudi yang masuk ke kompleks tersebut.

Di saat  banyak tekanan Barat kepada Saudi atas peristiwa ini, semakin banyak perusahaan dan pemerintah Barat membatalkan keikutsetaan dalam KTT  di Riyadh mendatang.

Di antara para eksekutif tingkat tinggi yang mengatakan tidak akan menghadiri Inisiatif Investasi Masa Depan pihak Kerajaan Saudi adalah Jamie Dimon milik JP Morgan Chase, Ford Motor’s Bill Ford dan Uber’s Dara Khosrowshahi .

Para pengamat mengatakan bahwa mencoba mengisolasi kerajaan secara internasional tidak akan mudah, dan dapat membawa konsekuensi bagi orang lain.

Sementara Presiden AS,  Donald Trump, telah bersumpah akan memberi “hukuman berat” jika Khashoggi benar terbunuh.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudibaratDonald TrumpJamal KhashoggijurnalisKonsulat SaudiTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Ingin Ganggu Kesepakatan Turki – Rusia, HTS akan Tetap Pilih Jalan Jihad
Tulisan selanjutnya Dewan Dakwah Aceh Gelar Pelatihan Khatib dan Imam Se-Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?