Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Prabowo Tegaskan Tak Boleh Ada Lagi Kriminalisasi Ulama

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 15 Januari 2019 07:40 7:40 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 15 Januari 2019 07:30
Bagikan
Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pidato kebangsaan "Indonesia Menang" di JCC Senayan, Jakarta, Senin (14/01/2019) malam.
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada kriminalisasi-kriminalisasi terhadap ulama.

Oleh karena itu, ia berjanji jika nanti terpilih sebagai presiden pada Pemilu 2019, akan menegakkan keadilan di bidang hukum, serta menjalankan demokrasi dengan sebaik-baiknya (berkualitas). Demikian salah satu fokus utamanya dalam visi-misinya sebagai capres.

“Untuk menjami demokrasi, kami akan menjamin semua hak-hak yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar kita. Terutama kemerdekaan berserikat dan mengeluarkan pendapat serta kebebasan pers,” ujarnya saat menyampaikan Pidato Kebangsaan “Indonesia Menang” di JCC Senayan, Jakarta, semalam, Senin (14/01/2019).

Ia mengaku, bersama Sandiaga jika terpilih nanti akan menghentikan ancaman persekusi terhadap individu, organisasi, yang bisa saja berseberangan pendapat dengan pemerintah.

“Kita akan menerima kritik sebagai upaya mengendalikan diri agar kita tidak salah jalan,” imbuhnya yang berdiri di samping cawapres Sandiaga Uno.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Pidato Prabowo Paparkan 5 Strategi Utama “Indonesia Menang”

Baginya, kritik adalah justru untuk mengamankan jalannya pemerintah Republik Indonesia. Karena pemerintah Republik Indonesia harus melayani kepentingan rakyat, tidak boleh pemerintah mengakal-akali rakyatnya sendiri.

“Kami akan pastikan bahwa semua pemuka agama dari semua agama terutama ulama-ulama kita dihormati dan bebas dari ancaman persekusi dan kriminalisasi. Ini menjadi sangat penting karena dalam bangsa Indonesia dalam sejarah kita, peran ulama sangat-sangat berjasa dalam perjuangan kemerdekaan kita,” tegasnya berapi-api lantas disambut pekikan takbir “Allahu Akbar” oleh sebagian hadirin yang memadati ruang acara.

Prabowo menjelaskan. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia memang dikumandangkan di Jakarta, 17 Agustus 1945.

“Tapi, tapi, kemerdekaan kita diuji, diuji, ditantang di Jawa Timur, yang puncaknya adalah ditolaknya ultimatum asing oleh rakyat Jawa Tmur dan rakyat Indonesia yang ada di Surabaya.

Pertempuran Surabaya Oktober November 1945 didukung oleh Resolusi Jihad para ulama-ulama besar,” ujarnya.

Baca: Ulama-Habaib Jawa Timur Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi di Sidogiri

“Dan saya katakan kepada kalian, (bahwa) Pak SBY, saya, kami prajurit TNI dulu waktu muda, kami diangkat sumpah untuk membela Pancasila dan UUD 45.

Waktu kami, waktu Pak Djoko Santoso kami di asrama, kami hidup dengan semua suku dengan semua agama. Komandan kami adalah pernah orang Katolik, pernah orang Kristen, pernah orang Hindu, tidak ada masalah,” ungkapnya lalu terdengar teriakan “hidup komandan”.

“Tidak mungkin Pak SBY, tidak mungkin Djoko Santoso, tidak mungkin saya akan mau untuk mengancam atau tidak melindungi minoritas -minoritas lain,” tambahnya disambut tepuk tangan dalam acara yang disiarkan live streaming berbagai platform media sosial dan sempat ditayangkan langsung beberapa TV swasta nasional itu.

Ia mengatakan, “Islam di Indonesia adalah rahmatan lil alamin, melindungi semuanya, saudara-saudara sekalian. Jadi janganlah coba-coba stigmatisasi satu kaum atau satu kelompok, saudara-saudara.”

Ia pun mengingatkan suatu hal yang penting bagi semua kalangan ya.

“Kalau dengar takbir, kalau dengar ‘Allahu Akbar’, jangan ada yang persoalkan. itu bukan mengancam siapa-siapa,” lagi-lagi terdengar pekikan takbir dari arah hadirin.

“(Takbir) itu memuliakan Tuhan yang kita cintai, Tuhan Maha Besar,” tambah Prabowo, “Di semua agama juga ada (seperti) begitu, silakan.”

Baca: #PidatoKebangsaanPrabowo #IndonesiaMenang Trending Topic

Prabowo menambahkan. Pihaknya juga akan memastikan tidak boleh ada organisasi yang disebut sudah taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang terus menerus distigma dan dihakimi tanpa pengadilan.

“Kami akan pastikan hukum di negeri ini tidak pandang bulu dan tidak tebang pilih. Keadilan harus untuk semua, bukan hanya untuk mereka yang kuat dan punya uang,” tegasnya yang menutup pidatonya dengan bertakbir “Allahu Akbar” dan berteriak “Merdeka!” beberapa kali.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Indonesia Menangjanji politikkampanyekriminalisasi ulamaPemilu 2019pidato PrabowoPilpres 2019Prabowo SubiantoPrabowo-SandiPrabowo-Sandiaga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Venezuela: Presiden Brazil Bolsonaro Adalah Hitler Masa Kini
Tulisan selanjutnya China Hukum Mati WN Kanada Terdakwa Penyelundup Narkoba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Berita
12 Juli 2026 17:41
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?