Hidayatullah.com—Pentagon menyetujui permintaan dari pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memperpanjang masa penugasan tentara di perbatasan bagian barat daya yang berbatasan langsung dengan Meksiko.
Dalam pernyataan yang dirilis hari Senin (14/1/2019) Pentagon mengatakan bahwa perpanjangan masa tugas itu akan berlaku sampai akhir September, lapor NBC News.
Departemen Keamanan Dalam Negeri sudah meminta teknisi militer untuk memasang concertina wires (kawat gulung berduri) di atas pagar pembatas sepanjang 160 mil yang sudah ada saat ini, serta meminta penambahan dukungan berupa penerbangan, personel medis dan perlengkapan pemantau.
Trump memerintahkan pengerahan lebih dari 5.000 tentara di perbatasan pada bulan Oktober 2018, guna mengantisipasi kedatangan rombongan “karavan migran” dari negara-negara Amerika Latin. Masa tugas mereka akan berakhir pada 31 Januari mendatang.
Trump mengatakan bahwa jumlah tentara yang dikerahkan dalam operasi yang diberi nama “Faithful Patriot” itu bisa bertambah menjadi 15.000.
Tidak jelas berapa banyak lagi personel yang akan dikerahkan dan apakah mereka terdiri dari anggota militer aktif atau personel Garda Nasional.
Persetujuan Pentagon itu dibuat sementara Presiden AS memberlakukan partial government shutdown (penutupan sebagian kantor pemerintahan) karena wakil-wakil rakyat belum memberikan anggaran yang diminta Trump untuk pembangunan tembok pembatas di sepanjang perbatasan dengan Meksiko.*