Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Satu Mahasiswi Positif Covid-19, Auckland Lockdown Pusat Kota

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 November 2020 13:37 1:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 November 2020 13:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah. com–Otoritas Kesehatan di New Zealand memberlakukan penguncian wilayah parsial atas pusat kota Auckland mulai hari Jumat (12/11/2020), meminta pekerja di kota itu agar tetap di rumah sementara petugas melacak bagaimana seorang mahasiswi bisa terjangkit coronavirus.

“Dengan banyak sekali sebab, kami meminta warga yang bekerja di pusat kota Auckland agar sebisa mungkin bekerja dari rumah,” kata menteri urusan Covid-19, Chris Hipkins, seperti dilansir The Guardian Kamis (12/11/2020).

“Apabila Anda harus memasuki daerah ini, mohon gunakan masker dan jaga jarak sementara otoritas kesehatan terus bekerja melakukan pelacakan sumber infeksi ini. ”

Kasus tersebut berkaitan dengan seorang mahasiswi yang terpapar Covid-19 padahal dia tidak berkaitan dengan daerah berisiko tinggi seperti perbatasan.

Wanita itu menjalani tes pada Selasa malam dan diminta oleh petugas kesehatan agar tinggal di tumah sampai hasil pemeriksaan keluar. 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, pada hari Rabu dia diminta oleh manajer tempatnya bekerja agar datang ke kantor dan melakukan tugas yang berhadapan langsung dengan pelanggan dengan mengenakan masker.

Hari Kamis, rupanya hasil tes wanita itu positif. Dia pun lantas dibawa ke tempat karantina, berikut dua temannya meskipun keduanya merasa baik-baik saja.

Dari Basil wawancara berulang, mahasiswi itu masih belum dapat memastikan di mana kiranya dia terpapar coronavirus.

Dalam kondisi terjangkit virus dia beberapa kali menggunakan jasa Uber Dan mengunjungi 4 restoran dan kafe untuk membeli makanan di kawasan pusat bisnis (CBD) Auckland. Dia juga mengunjungi toko serba ada besar di kota itu Smith & Caughey’s.

Penduduk di blok rumah susun di mana wanita tersebut tinggal telah diminta untuk mengisolasi dan sebuah unit pemeriksaan bergerak ditempatkan di sana, semua fasilitas bersama di daerah itu ditutup. Blok rusun itu berada di samping fasilitas karantina.

Mahasiswi tersebut diketahui tidak mendatangi perkuliahan apapun sejak pertengahan Oktober.

“Kami bergegas melacak pergerakan orang di pekan terakhir guna mengetahui bagaimana dia terinfeksi,” Dr Ashley Bloomfield, dirjen kesehatan New Zealand.

“Tes genome dalam kasus ini juga dilakukan untuk membantu kita memahami kemungkinan kaitan  dengan kasus-kasus sebelumnya,” imbuhnya.

Pada bulan Agustus Auckland memasuki lockdown kedua selama tiga pekan setelah ditemukan satu klaster yang menulari lebih dari 100 orang di bagian selatan kota itu. Auckland merupakan kota terbesar di New Zealand dengan penduduk hanya 1,7 juta jiwa.

Lesley Gray, seorang dosen bidang kesehatan di University of Otago, mengatakan dia mengamati orang New Zealand menjadi berpuas hati terkait perlindungan mereka sendiri dan orang lain dari virus. “Dari informasi yang kami dapat tentang kasus di Auckland ini yang menyulitkan adalah tidak adanya kaitan yang jelas dengan kasus-kasus sebelumnya,” kata Gray.

“Saya bepergian awal pekan ini [antara Wellington dan Christchurch] dan menariknya saya mencermati sedikit sekali tersedia hand sanitisers di kebanyakan tempat publik, hanya ada sedikit perangkat scan atau aplikasi pelacakan Covid-19 di tempat-tempat check-in bandara, dan saya melihat hanya satu orang yang mengenakan masker,” papar Gray.

Di New Zealand kurang dari 2.000 orang yang terinfeksi Covid-19 dengan kematian hanya 25.

Negara kiwi itu menerapkan strategi eliminasi dan kontrol perbatasan yang ketat sejak pandemi Covid-19 merebak awal tahun ini. Meskipun protokol kesehatan di perbatasan dalam praktiknya tidak selalu sempurna, PM Jacinta Arden menampik keras rayuan Australia dan negara di kawasan Pasifik lain agar pintu perbatasan negaranya dibuka.

Meskipun perbatasan negara ditutup rapat, di dalam negeri orang masih diperbolehkan menonton pertandingan olahraga, konser, serta makan di luar.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aucklandcoronaviruscovid-19lockdownmaskerNew Zealand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinamika dan Peran Strategis Majelis Ulama Indonesia
Tulisan selanjutnya Sejarah Kelam Pembungkaman Gerakan Islam di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?