Hidayatullah.com—Kekurangan jumlah pekerja akibat shutdown yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump menyebabkan penerbangan di bandara-bandar di kawasan timur laut Amerika Serikat mengalami gangguan.
Shutdown (penutupan aktivitas lembaga/badan yang dikelola negara akibat anggaran belum disetujui) mengakibatkan sebagian pegawai pemerintah federal, seperti pengontrol lalu lintas penerbangan, bekerja tanpa dibayar alias tidak menerima gaji.
Nancy Pelosi, jubir (ketua) House of Representatives, lewat Twitter menuding Presdien Trump sebagai biang kerok gangguan yang terjadi di bandara itu, lansir BBC Jumat (25/1/2019).
Beberapa jam kemudian, Trump mengumumkan kesepakatan anggaran pemerintah dan mencabut shutdown untuk sementara. Trump memberlakukan kebijakan shutdown karena permintaannya agar disediakan dana untuk pembangunan tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko untuk menghalau migran ditolak parlemen.
Keseluruhan sekitar 800.000 pegawai pemerintah federal bekerja tanpa digaji, atau sementara dirumahkan, sejak anggaran pemerintah di sejumlah sektor ditangguhkan 35 hari lalu. Mereka yang terkena dampak shutdown itu antara lain sejumlah petugas pengatur lalu lintas udara dan petugas keamanan bandara.
Seorang penumpang bernama John Hitt kepada jurnalis Reuters mengatakan bahwa dia terpaksa membatalkan perjalanannya untuk mengunjungi bibinya yang sakit parah karena penerbangannya ditunda.
Bandara LaGuardia mengatakan lewat Twitter hari Jumat petang bahwa penundaan panjang di bandaranya masih terus berlanjut.
Pimpinan maskapai penerbangan Southwest Airlines Gary Kelly mengatakan akibat shutdown perusahaannya mengalami kerugian $10-15 juta penjualan di bulan Januari saja.*