Hidayatullah, Jakarta– Organisasi Kultural Palestina di Malaysia (PCOM) kembali menyampaikan apresiasinya atas sikap tegas Pemerintah Malaysia yang menolak memberi izin masuk atlet asal ‘Israel’ untuk mengikuti kejuaraan renang di negara itu.
Menurut Ketua PCOM Muslim Imran, para pemimpin Malaysia telah menunjukkan sikap tegas dengan melakukan pemboikotan terhadap entitas penjajah Zionis.
Sikap itu bisa dilihat dari kebijakan luar negeri Malaysia yang secara konsisten menolak memberi izin masuk utusan ‘Israel’.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Malaysia, khususnya kepada Perdana Menteri Tun Mahathir Mohammad, Menteri dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, dan setiap pejabat pemerintah yang dengan tegas memboikot penjajahan,” kata Muslim kepada Hidayatullah, hari Rabu (30/01/2019).
Lebih lanjut dia menyampaikan, dalam beberapa bulan terakhir ini ‘Israel’ terus berupaya melakukan tekanan ke negara-negara Arab dan negara berpenduduk Muslim.
Kendati demikian, menurutnya Malaysia tetap pada posisinya sebagai negara yang menentang penjajahan Zionis atas Palestina.
“Saya yakin Perdana Menteri dan Pemerintah Malaysia mampu mengatasinya (tekanan) dan mendorong negara-negara lain untuk tidak menyerah terhadap tekanan ‘Israel’,” lanjut Muslim.
Baca: Fans Bola di Gaza Rayakan Sikap Malaysia atas Penolakan Atlet Israel
Pada Selasa (29/01/2019) kemarin, Muslim dan delegasi Palestina lainnya yang diwakili PCOM mengunjungi kantor Wakil Kementerian Pemuda dan Olahraga Steven Sim. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak saling bertugas gagasan mengenai upaya mempererat kerja sama antar kedua negara.
Menurut Steven, peruangan rakyat Palestina merupakan upaya menuntut keadilan dan kemerdekaan dari penjajahan. Dia meminta agar rakyat Malaysia dari berbagai golongan mendukung perjuangan tersebut.*